Memupuk Pribadi Unggul dari Paduan Suara

Aulia I. Salam    •    Rabu, 02 Sep 2015 21:03 WIB
Memupuk Pribadi Unggul dari Paduan Suara
foto: Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Paduan suara lebih dari sekedar menyanyi bersama. Harmonisasi suara dan koreografi yang ditampilkan adalah hasil latihan yang menuntut disiplin tinggi, kesigapan, kepercayaan diri, saling menghormati dan tenggang rasa.

"Belajar musik memupuk kecerdasan sosial, meningkatkan percaya diri dan membangun pola pikir anak," kata Ketua BPK Penabur Adri Lazuardi dalam pembukaan Festival Paduan Suara BPK Penabur II 2015 di BPK Penabur Primary Secondary, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (2/9/2015).

Festival paduan suara BPK Penabur II 2015 berlangsung hingga 5 September mendatang. Enam orang pelatih paduan suara yang karya dan capaiannya diakui dunia, didaulat sebagai juri. Mereka adalah Kirby Shaw (AS), Masashi Komimoto (Jepang), Beverly S. Cheng (Filipina), Lim Ai Hoi (Singapura) dan Tomislav Dimov (Makedonia) dan Agustinus B. Jusana (Indonesia)

Kirby Shaw mengaku menjadi juri dalam fesival ini tidak mudah bagi dirinya. Sebab lagu-lagu yang dinyanyikan peserta adalah lagu daerah yang tentunya harus dia pelajari baik-baik arti dan filosofinya untuk bisa memastikan apakah peserta memang menghayatinya. 

"Tapi saya yakin dapat menilai para peserta yang menyanyi dari hati," ujar pria jangkung ini di sela upacara pembukaan di Sekolah BPK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta, 

Peserta festival adalah tim paduan suara dari 12 sekolah yang dibagi dalam kelompok TK, SD, SMP dan SMA. Acara dibuka dengan perkenalan singkat para peserta yang menggunakan pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. 

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata Sylviana Murni di dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap festival paduan suara yang menampilkan lagu-lagu daerah seperti. Sebab bukan hanya memperkenalkan kekayaan bangsa, namun lebih dari itu adalah kegiatan yang sangat positif bagi generasi muda. 

Bahkan melalui paduan suara pula, anak-anak dilatih untuk displin, tenggang rasa dan saling menguatkan. Pribadi seperti ini dibutuhkan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
(LHE)