Diancam Uang Raib, Korban Penipuan CPNS Takut Melapor ke Polisi

Sobih AW Adnan    •    Rabu, 02 Sep 2015 22:15 WIB
penipuanpns
Diancam Uang Raib, Korban Penipuan CPNS Takut Melapor ke Polisi
Lokasi penginapan Wisma Sawerigading, Jalan Caringin No 23, Jatinangor yang digunakan untuk praktik penipuan calon PNS. (Metrotvnews.com/Ismail)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Cirebon, Iim Rohiman, menjelaskan kebanyakan korban penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tak mau melaporkan perkaranya ke polisi.

Penyebabnya adalah ancaman uang yang sudah disetor ratusan juta rupiah tidak akan dikembalikan. “Hal ini yang menyulitkan kami untuk melacak dan menghitung jumlah kasus penipuan yang terjadi," kata Iim saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2015).
 
Iim menjelaskan, modus yang biasa dilancarkan pelaku dalam menjalankan aksinya adalah dengan menawarkan peluang penerimaan CPNS dengan istilah jalur khusus atau jalur kebijakan dengan meminta bayaran hingga ratusan juta rupiah. 

Padahal, menurut Iim, saat ini sedang diberlakukan aturan moratorium atau penundaan penambahan kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
 
“Sayangnya, mereka (korban) tidak segera mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Kemarin saja ada satu orang, itu pun ketahuan pas dia membawa SK (Surat Keputusan) dan setelah diteliti memang palsu," katanya.


(UWA)