Tekanan Rupiah Berpeluang Mereda

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 03 Sep 2015 08:24 WIB
kurs rupiah
Tekanan Rupiah Berpeluang Mereda
Ilustrasi mata uang rupiah -- FOTO: REUTERS/Beawiharta

Metrotvnews.com, Jakarta: Mata uang Garuda kembali tertekan seiring dengan penguatan tajam dolar Amerika Serikat (AS). Namun demikian, ada peluang tekanan tersebut sedikit mereda.

"Tekanan pelemahan terhadap rupiah berpeluang sedikit mereda hari ini," ungkap hasil riset Samuel Sekuritas, di Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Hasil riset mereka memaparkan, stabilisasi di pasar surat utang negara (SUN) mulai terlihat mengikuti ekspektasi inflasi serta harga komodtias yang turun walaupun pelemahan rupiah tetap akan menjaga yield SUN tinggi ke depan.

Investor pun masih menunggu angka cadangan devisa yang datang akhir minggu ini diperkirakan lebih rendah seiring dengan semakin aktifnya intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas.

Sekadar informasi, rupiah kembali tertekan hingga rabu sore setelah dolar menguat tajam di Asia. Harga komoditas yang masih tertekan juga membantu dolar untuk kembali menguat terhadap rupiah.

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Rabu gerak rupiah ditutup makin melemah ke posisi Rp14.137 per USD jika dibandingkan dengan pembukaan pagi tadi di Rp14.105 per USD. Rupiah melemah 39,50 poin atau setara 0,28 persen.

Sementara itu, berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI), kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR), rupiah diperdagangkan di level Rp14.127 per USD. Adapun mengambil data Yahoo Finance, kurs rupiah ditutup berada di level Rp14.122 per USD. Rupiah berdasarkan data ini melemah 50,50 poin atau setara 0,36 persen.


(AHL)