Ketua #LawanAhok: Dilaporkan ke Bareskrim Agar Ahok Sadar

Damar Iradat    •    Kamis, 03 Sep 2015 09:27 WIB
basuki tjahaja purnama
Ketua #LawanAhok: Dilaporkan ke Bareskrim Agar Ahok Sadar
Koordinator Gerakan #LawanAhok Tegar Putuhena. Foto: MTVN/LB Ciputri Hutabarat.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan #LawanAhok membantah jika laporan ke Bareskrim Polri terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mendapat dukungan dari partai politik tertentu.
Demikian dikatakan Ketua gerakan #LawanAhok Tegar Putuhena. Dia mengatakan, pelaporan tersebut murni bertujuan menyadarkan Ahok.

"Enggak ada backing-backing politik. Kalau Ahok ngomong begitu, dia harus buktikan. Jangan asal tuduh-tuduh. Nanti kita laporin lagi, fitnah kalau dia nuduh kita dibacking parpol tertentu," jelas Tegar ketika ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu 2 September 2015.

Pelaporan statement Ahok, kata Tegar merupakan lanjutan dari aksi #LawanAhok. Hal ini dilakukan agar mantan Bupati Belitung Timur itu sadar. Sebab pernyataan yang acap keluar dari mulut Ahok kerap menyakiti hati.

"Melaporkan ini pun salah satu metode kita untuk menyadarkan Ahok. Ahok jangan jemawa, jangan berpikir sudah sering dilaporkan kemudian tidak mau mengoreksi diri, harusnya dia karena sudah sering dilaporkan artinya dia banyak yang merasa tindakannya sudah tidak benar. Harusnya dia berkaca, instropeksi diri, berkaca. Ini orang kan enggak pernah merasa salah," papar Tegar.

Tegar juga meminta agar Bareskrim menindaklanjuti laporannya. Ia ingin hukum di Indonesia memiliki kesetaraan bagi semua warganya.

"Kita ingin buktikan bahwa proses hukumnya masih jalan, equality of the law-nya masih jalan. Dan polisi harus tindak lanjuti sebetulnya. Tidak peduli dia gubernur atau apa," jelasnya.

Pernyataan Ahok yang dilaporkan ke Bareskrim sebetulnya masih multitafsir. Tak sedikit yang menganggap pernyataan Ahok benar adanya. Untuk itu, Tegar ingin polisi memanggil Ahok dan menanyakan maksud dari komentar yang keluar dari mulutnya.

"Nah itu hukum yang harus verifikasi. Panggil Ahok kemudian tanya, urusan sampah yang dimaksud apa? Gitu. Kalau tafsir kita, yang dimaksud sampah itu warga, ada juga yang berpikir sampah yang dia bilang, benar-benar sampah, tapi enggak tahu kan maksudnya Ahok sendiri sampah itu apa?" katanya.

Adapun pernyataan lengkap Ahok yang dilaporkan ke Bareskrim soal warga Kampung Pulo sebagai berikut:

"Kita atasi Kampung Pulo, enggak ada lagi sejarah Kampung Pulo banjir lagi. Syaratnya apa? Main kasar, main keras. Jual otot, enggak otak. Jakarta enggak perlu otak, otot saja. Itu urusan sampah kok, otot saja."


(MBM)