Ahok Jawab Tudingan Wakil Ketua DPRD DKI Taufik

Intan fauzi    •    Kamis, 03 Sep 2015 11:11 WIB
basuki tjahaja purnama
Ahok Jawab Tudingan Wakil Ketua DPRD DKI Taufik
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Foto: MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membantah keinginannya merevisi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan pesanan agar dirinya dengan mudah terpilih jadi gubernur kembali.

"Waduh enggak lah. Saya lebih suka, kalau mau ya (gubernur) DKI dipilih langsung," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu tak memungkiri ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta periode selanjutnya. Namun, bukan berarti menghalalkan segala cara. Ahok pede warga DKI akan kembali memilihnya dalam pemilihan langsung.

"Kalau saya lebih baik pilih rakyat dong. Supaya saya tunjukkin sama Taufik (Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik), kalau saya lebih laku daripada dia kalau dia ikut (pemilu gubernur)," ujar Ahok.


Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kiri), Wakil Ketua DPRD  Mohamad Taufik (tengah), dan Abraham Lunggana di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin 23 Maret 2015. Foto: MI/Immanuel Antonius

Ahok sempat mengungkapkan keinginannya gubernur DKI dipilih oleh presiden. Sementara Taufik khawatir revisi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 masuk dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2016 karena selama ini Ahok diketahui akrab dengan Presiden Joko Widodo.

"Makanya kami (DPRD) mau tahu, mungkin ini usulan pesanan untuk menyiapkan Pilkada 2017," kata Taufik, Rabu 2 September.


(TRK)