Istana Bantah Lakukan Skenario Jatuhkan PKS

   •    Selasa, 02 Jul 2013 18:26 WIB
Istana Bantah Lakukan Skenario Jatuhkan PKS
MI/Rommy P/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha membantah tudingan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah bahwa Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam dalang di balik kasus suap impor daging sapi yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

"Kalau dikaitkan dengan istana, atau staf kepresidenan, atau pemerintahan secara umum, bahwa melakukan skenario untuk jatuhkan PKS, tentu itu tidak benar. Kami tidak pernah melakukan appaun, mengarahkan, memposisikan seseorang untuk berhadapan dengan hukum," ujar Julian di Jakarta, Selasa (2/7).

Ia menegaskan, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga independen, yang memproses kasus tindak pidana korupsi dengan bukti dan fakta yang kuat. Ia pun menjamin, Mensesneg dan Seskab, tidak pernah melakukan sesuatu yang di luar tugasnya.

"Presiden akan menghormati hukum. Kami tidak perah melakukan intervensi terhadap proses hukum. Tidak adalah, kalau disebutkan menjalankan skenario. KPK sebagai lembaga independen, punya data dan alasan yang kuat atas kasus seseorang," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah kembali menyerang pemerintah. Partai pimpinan Anis Matta itu menuding Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam dalang di balik kasus suap impor daging Sapi yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

"Yudi Setiawan sebetulnya nama yang sering dibawa dia, nama Sudi Silalahi dan Dipo Alam. Setiap ketemu LHI, dia (Yudi) bilang salam dari Sudi Silalahi. Peran Dipo Alam besar sekali. Otak di balik kasus ini ya Dipo Alam," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7).

Fahri menjelaskan, dalam membuat skenario tersebut, Dipo memanfaatkan jaringan yang ada di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). "Otaknya juga mata-mata kabinet itu UKP4. Ini akan ke arah sana temuannya. Pertanyaannya, kita harus secara ril menelisik perkara ini satu-persatu, bagaimana pola ini digerakkan," terangnya.

Anggota Komisi III itu menambahkan, kasus tersebut sangat sulit dikaitkan dengan Luthfi. Pasalnya dalam operasi tangkap tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhasil menangkap langsung Luthfi. Sementarta uang yang diduga sebagai suap juga belum diterima oleh mantan presiden PKS tersebut.

"Sekarang ini LHI juga tidak nyambung, uangnya tidak sampai ke LHI kok. Kalau KPK komit dengan kebenaran, kenapa sadapan Aahmad Fathanah dengan orang yang ambil uang ke Le Meredien dan sopir tidak diungkap ke publik," ujarnya. (Akhmad Mustasin)


KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

23 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA