Sidang PK Ilham Arief Terancam Ditunda Lagi

Deny Irwanto    •    Kamis, 03 Sep 2015 11:36 WIB
kasus korupsipraperadilan
Sidang PK Ilham Arief Terancam Ditunda Lagi
Johnson Panjaitan. Foto: Bary Fathahilah/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang permohonan peninjauan kembali bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin terancam kembali ditunda. Itu karena Ilham belum juga tampak, padahal sidang sudah melewati jadwal. 

Salah seorang kuasa hukum Ilham, Johnson Panjaitan, belum bisa memastikan kehadiran kliennya di persidangan hari ini. "Kita masih menunggu apakah Pak Ilham akan datang atau tidak, karena itu kan keharusan dari pengadilan untuk hadir ke sidang," ujar Johnson Panjaitan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (3/9/2015).

Dari pantauan di lokasi, sidang PK kedua ini belum digelar. Padahal, menurut Johnson, sidang dijadwalkan pukul 10.30 WIB.

Johnson menjelaskan, apabila kliennya tidak bisa menghadiri sidang maka agenda untuk penyampaian materi pun bisa dipastikan akan kembali gagal dilaksanakan.

Jonhson menambahkan, kewenangan untuk menghadirkan pemohon (Ilham Arief) menjadi kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingat statusnya yang saat ini telah ditahan oleh lembaga antikorupsi tersebut.

Pihaknya juga mengaku mengalami kendala dalam proses sidang PK yang rencananya akan digelar hari ini, setelah Kamis, 27 Agustus lalu agenda sidang mengalami penundaan akibat ketidakhadiran "principal" (pemohon).

"Ternyata Pak Ilham harus hadir di setiap persidangan, bukan hanya satu atau dua kali. Masalahnya beliau sedang ditahan, jadi ada prosedur yang harus ditempuh," tutur Johnson.

Melalui sidang tersebut, Ilham mengajukan PK atas putusan Hakim Amat Khusairi pada sidang praperadilan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

"Kepentingan kami ada dua, menyangkut rehabilitasi (nama baik), restitusi, dan ganti rugi, serta kewenangan dari penyidik," tambahnya.

Sehubungan dengan materi pengajuan PK itu, dia menjelaskan bahwa pada aspek Rehabilitasi, Restitusi, dan ganti rugi belum sepenuhnya dilaksanakan oleh KPK.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Pertimbangan hakim adalah KPK telah memenuhi alat bukti untuk menetapkan Ilham sebagai tersangka dan sudah memenuhi alat bukti yang sah sesuai dengan KUHAP dan hukum acara yang berlaku.

Selain itu, Hakim Amat juga menilai keputusan tersebut telah menimbang bahwa penyidik dan penyelidik KPK adalah sah. Ilham Arief diduga korupsi dalam pelaksanaan kerjasama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tahun 2006-2012.

Dalam kasus ini, Ilham Arief disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(KRI)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

2 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA