Bareskrim Selidiki Kasus Pencemaran Nama Baik yang Dilakukan ICW

- 02 Juli 2013 20:07 wib
MI/Usman Iskandar/zn
MI/Usman Iskandar/zn

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri masih melakukan penyelidikan atas kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap dua orang anggota Komisi III DPR RI.

"Penyelidikan ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana yang dilakukan terlapor," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie kepada Media Indonesia, Selasa (2/7).

Kata dia, penyidik baru menerima laporan dan tidak bisa menentukan status hukum atas perkara tersebut. Pun, pihak Bareskrim sampai saat ini belum memberi konfirmasi ke Divisi Humas. "Untuk penanganan kasus seperti apa, saya belum dapat info itu," kata Sompie.

Sebagaimana diketahui, pada Senin (1/7), dua anggota dewan yakni Syarifuddin Suding dan Ahmad Yani menyambangi Bareskrim Polri. Keduanya mengadukan peneliti hukum ICW bernama Donald Faris atas tuduhan fitnah, penghinaan, dan pencemaran nama baik.

Laporan ini dituangkan dalam surat Nomor LP TBL/ 294/VII/2013/bareskrim. Terlapor dianggap melanggar KUHP sebagaimana tertuang dalam Pasal 310 dan 311. Selain itu, Donald juga akan diganjar UU Nomor 11/2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dalam Pasal 27 ayat 3, Pasal 36, Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 51 ayat 2.

Laporan tersebut terkait rilis yang dibuat ICW dimana Ahmad Yani dan Sudding dituding menjadi bagian dari 36 anggota dewan yang tidak punya komitmen untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Menurut Yani, pernyataan resmi yang disampaikan terlapor sarat dengan provokasi. Tujuannya agar masyarakat enggan memilih keduanya dalam ajang pemilihan anggota legislatif tahun 2014.

"Saya pikir data yang disampaikan ICW itu tidak akurat dan tidak tepat, diambil secara serampangan. Saya dipertanyakan oleh dapil saya dan anak saya karena dianggap anti pemberantasan korupsi. Apa yang saya laporkan ini desakan dari dapil saya. Ini cara terbaik," ujar Yani. (Golda Eksa)

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.