Tingkatkan Konsumsi, BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan

Husen Miftahudin    •    Kamis, 03 Sep 2015 14:17 WIB
bi rate
Tingkatkan Konsumsi, BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan
Ketua Tim Ahli Wakil Presiden bidang Ekonomi Sofjan Wanandi. (FOTO: MI/ADAM DWI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelemahan ekonomi akibat menurunnya tingkat konsumsi masyarakat membuat para pengamat meminta Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate). Karena dengan begitu, perekonomian Indonesia juga akan meningkat mengingat konsumsi masyarakat akan semakin bergairah.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden bidang Ekonomi Sofjan Wanandi mengungkapkan, keputusan terhadap BI Rate merupakan kebijakan BI sebagai otoritas. Meski begitu, ia meminta  agar BI dapat menurunkan suku bunganya di bawah level saat ini sebesar 7,5 persen agar dapat membantu mendorong perekonomian nasional.

"BI rate serahkan ke BI, tetapi harus diturunkan jangan dinaikkan," ujar Sofjan, usai hadiri dialog Reformasi Perizinan untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Gedung BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto No 44, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2015).

Sebagai otoritas, papar dia, BI juga harus melihat kondisi inflasi dan perekonomian dalam negeri jika ingin mengubah suku bunga acuannya. Namun Sofjan meyakini, selama belum ada kepastian suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, BI tidak akan menaikkan suku bunga acuannya.

"Sedikit kemungkinan untuk dinaikkan, tetapi harus diturunkan jangan dinaikkan. Selama tidak ada kepastian terhadap dolar dan The Fed, harusnya (BI Rate) diturunkan saja," pungkas Sofjan.


(AHL)