Ketua MPR Ajak Masyarakat kembali ke Pancasila

Antara    •    Kamis, 03 Sep 2015 15:52 WIB
mpr ads
Ketua MPR Ajak Masyarakat kembali ke Pancasila
Ketua MPR Zulkifli Hasan -- ANT/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Purwokerto: Ketua MPR Zulkifli Hasan menyerukan seluruh elemen masyarakat kembali ke landasan Pancasila, khususnya sila keempat. Sebab, demokrasi yang berdasar pada suara terbanyak cenderung melahirkan gesekan.

"Dalam sila keempat jelas disebutkan, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Saat ini yang terjadi dalam setiap pemilihan bupati, ormas, ktua DPR adalah one man one vote," katanya saat menjadi pembicara diskusi dengan tema Menatap Indonesia Masa Depan di Gedung Roediro, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2015).

Zulkifli mencontohkan masalah pemilihan kepala daerah (Pilkada). Ternyata, tak semua warga negara punya kesempatan sama. "Banyak orang pintar ada di sini. Tapi tidak semuanya punya kesempatan menjadi bupati, wali kota, atau gubernur karena dalam pilkada sebenarnya yang dibutuhkan tidak hanya orang pintar, tetapi juga modal. Tidak heran pula banyak kepala daerah terkooptasi kepentingan pemilik modal," katanya.

Zulkifli juga membahas banyaknya sumber daya alam di Indonesia yang terkuras, tapi tidak bisa dinikmati rakyat. Ia telah mencatat tiga momentum yang sebenarnya dimiliki Indonesia untuk mencapai kemakmuran. Salah satunya saat terjadi ledakan minyak dunia pada 1970, di mana Indonesia sempat menjadi negara pengekspor minyak.

"Akan tetapi, saat ini kita menjadi negara pengimpor. Kemudian di tahun 1980-an kayu lapis booming, banyak hutan dan pohon yang ditebang tetapi kita hanya mendapatkan kerusakan lingkungan hutan," katanya.

Sementara saat booming bahan mineral, kata Zulkifli, ramai-ramai dilakukan eksploitasi batu bara, nikel, dan tembaga. Kini yang tersisa hanya lubang besar tanpa bisa diolah lagi untuk digunakan kepentingan rakyat.

Saat ini, tidak ada jaminan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam bisa memakmurkan rakyatnya. Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Pendidikan dapat menjadi jalan ke luar meningkatkan sumber daya manusia. Contohnya Singapura, tidak memiliki sungai dan lahan persawahan namun mampu maju dengan Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 55 ribu dolar per orang per tahun. Sementara Indonesia yang memiliki sumber daya melimpah, PDB-nya hanya US$3.500 per orang per tahun.


(NIN)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

59 minutes Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA