Isu Pencopotan Buwas Bikin Penyidik Takut Ungkap Korupsi Rp180 T

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 03 Sep 2015 16:23 WIB
budi waseso
Isu Pencopotan Buwas Bikin Penyidik Takut Ungkap Korupsi Rp180 T
Dirtipideksus Kombes Viktor Simanjuntak ---Metrotvnews.com/Anggitondi Martaon

Metrotvnews.com, Jakarta:‎ Isu pencopotan Komjen Budi Waseso dari posisi Kabareskrim berdampak kepada penyidik. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Mabes Polri Brigjen Victor Edi Simanjuntak menuturkan, isu pencopotan Kabareskrim membuat nyali penyidik bareskrim merosot.

"Kita mau menggeledah perusahan besar Rp180 triliun kerugian negara, tapi enggak bisa karena penyidik takut, karena bintang tiga saja dicopot. Kemarin kita mau geledah, ini melibatkan swasta dan pejabat negara," kata Victor di ruang presroom DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (3/9/2015).

Victor mengatakan, pihaknya kini sedang berusaha memompa kembali semangat penyidik. "R‎ibut-ribut begitu kita menggeledah satu tempat, kerugian negaranya fantastis. Minggu depan kalau keberanian polisi muncul lagi, kita kerjakan. Satu penyidik bilang kenapa Kabareskrim dicopot, apalagi kita," ungkapnya.‎

Dia mengaku, kini pontang-panting membangun mental penyidik agar mereka tetap semangat memberantas korupsi. "Kami sudah berusaha mendidik penyidik supaya berani. Karena banyak korupsi, ekonomi melemah. Semangat mereka, ada berita (pencopotan Budi Waseso-Red) ini jadi jatuh,‎" tukasnya.

Victor enggan menyebutkan identitas perusahaan swasta yang merugikan negara hingga Rp180 triliun, meski terus didesak wartawan. "Enggak enggak," tegasnya.

Sejak kemarin, santer kabar pergantian Budi Waseso. Nama-nama seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Anang Iskandar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Saud Usman Nasution disebut sebagai pengganti Budi Waseso.

Isu pencopotan Budi menguat beberapa hari setelah Bareskrim menggeledah PT Pelindo II. Menteri BUMN Rini Soemarmo sempat menelepon Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait penggeledahan ini.


(YDH)