Ini Kata Kapolres Perak soal Kerusuhan Eksekusi PT Cinderella

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 03 Sep 2015 16:40 WIB
sengketa tanah
Ini Kata Kapolres Perak soal Kerusuhan Eksekusi PT Cinderella
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arnapi, Metrotvnews.com/ MK Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Bentrokan terjadi saat petugas dari Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, mengeksekusi PT Cinderella Villa Indonesia. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi mengaku telah meredakan bentrokan sesuai dengan prosedur.

"Mulai dari negosiasi, terus kami juga memberikan peringatan. Namun, massa tetap melawan sehingga anggota polisi juga bertahan. Di situlah terjadi bentrok," ujar Kapolres Arnapi di lokasi kejadian di Jalan Tanjungsari, Kamis (3/9/2015).

Arnapi mengatakan polisi bersiaga sejak pukul 05.00 WIB. Satu jam kemudian massa berdatangan. Mereka terdiri dari buruh dan simpatisan FKPPI. Mereka menutup jalan.

"Polisi sudah meminta mereka tertib. Tapi massa malah berbuat rusuh sekitar pukul 07.00," jelasnya.

Kerusuhan semakin panas. Sejumlah ban bekas dibakar di tengah jalan. Polisi anti huru-hara berusaha memadamkan api. Massa kian beringas. Mereka melempar benda keras dan tumpul seperti batu paving, batu batako, serta kayu ke polisi. Kerusuhan mengakibatkan empat orang mengalami luka.

"Melihat kerusuhan yang dilakukan massa terpaksa kami harus memukul mundur, agar tidak terjadi kerusuhan yang berlarut-larut. Intinya, tindakan kami sudah sesuai standar operating prosedur (SOP) kepolisian," kata Arnapi.

Sebanyak 1.500 polisi diterjunkan mengamankan eksekusi. Polisi terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polrestabes Surabaya, dan dibantu Polda Jatim. Aparat TNI juga ikut mengamankan jalannya eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.


(RRN)