Pemerintah Masih Kaji Relaksasi Ekspor Pengusaha Tambang

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 03 Sep 2015 18:38 WIB
eksporsmelter
Pemerintah Masih Kaji Relaksasi Ekspor Pengusaha Tambang
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menegaskan belum ada kata sepakat mengenai wacana memberikan relaksasi berupa pelonggaran izin ekspor bagi pengusaha tambang yang membangun fasilitas pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan progress di atas 30 persen.

"Kita masih akan duduk sama-sama dengan para pengusaha pertambangan yang membangun smelter itu. Saya belum bisa jawab iya atau tidak," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).

Dirinya menjelaskan, pelonggaran ekspor merupakan hasil identifikasi pemerintah di sektor pertambangan dan mineral. Namun, untuk memutuskan jadi atau tidaknya tidak bisa langsung diputuskan secara sepihak. Pemerintah perlu duduk bersama dengan pemua pihak, termasuk para pengusaha terkait.

"Salah satu caranya adalah mengundang para pihak," jelas mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Namun demikian, dia tak memungkiri, saat ini pemerintah tengah mengkaji pelonggaran ekspor untuk pengusaha tambang bauksit dan nikel yang membangun smelter dengan progress di atas 30 persen. "Memang itu salah satu yang sedang kita kaji. Nanti kalau arahnya mengatakan enggak ya enggak. Kalau arahnya setuju ya ayo," pungkasnya.


(ABD)