Serikat Pekerja Minta RJ Lino Dipecat dan Putus Konsesi JICT

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 03 Sep 2015 19:19 WIB
pelindodpr ads
Serikat Pekerja Minta RJ Lino Dipecat dan Putus Konsesi JICT
Fraksi PDIP DPR RI menerima ratusan perwakilan Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (SP-JICT) di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (3/9) -- MTVN/Anggitondi Martaon

Metrotvnews.com, Jakarta: Ratusan perwakilan Serikat Pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (SP-JICT) temui fraksi PDIP DPR RI. SP-JICT menolak perpanjangan konsesi kelola JICT, karena mereka ingin mengakhiri dominasi perusahaan asing di anak perusahaan PT Pelindo II ini.

"Kami minta konsesi ini dibatalkan perpanjangannya. Biarkan berakhir sampai 2019, jangan diperpanjang sampai 2039. Kami mengatakan saat ini tidak ada urgensinya memperpanjang konsesi. Katanya karena Pelindo tidak sanggup mengelola sendiri, mungkin direkturnya yang tidak sanggup," tegas Ketua Umum SP JICT, Nova Sofyan Hakim di gedung Kura-Kura komplek Parlemen, Senayan, Kamis (3/9/2015).

Selain itu, selama ini SP JICT menurut Nova telah melakukan berbagai upaya menentang konsesi tersebut. Tapi yang mereka terima adalah pembungkaman dari Pelindo II dibawah kepemimpinan RJ Lino. Mulai pemecatan karyawan hingga mutasi pekerja yang menolak konsesi dilakukan oleh JICT.

"Apa yang dilakukan Pak Lino, bukannya memediasi tapi dia lakukan berusaha membawa karyawan Pelindo menggantikan kami. Dia mendatangkan aparat. Begitu cara yang dilakukan RJ Lino. Akhirnya kami kirim surat ke DPR, dan DPR menyambut baik permasalahan kami," kata Nova.

Tuntutan ini mendapat atensi serius dari FPDIP, sampai-sampai menggelar rapat terbatas untuk membahas rekomendasi fraksi. Di sela-sela itulah SP JICT yang hadir di ruang KK-II komplek Parlemen menyanyikan yel-yel "Tolak Konsesi, Copot si Lino," seru ratusan perwakilan SP JICT.

Konsesi ini merupakan syarat letter of intent IMF saat krisis 1998 terjadi. Saham Terminal Peti Kemas Pelindo II kemudian dibeli oleh perusahaan Hutchison Port Holdings Limited yang bermarkas di Hongkong. Saat ini 51 persen saham JICT dipegang oleh perusahaan tersebut.

Kedatangan rombongan SP JICT sendiri diterima oleh pimpinan F-PDIP Alex Indra Lukman. Selain itu turut hadir utusan fraksi-fraksi seperti Rieke Diah Pitaloka dan Abidin Fikri dari Komisi IX, Dwi Ria Latifa dari Komisi III serta Arif Wibowo dari Komisi II.


(SUR)