Usai Geledah Pelindo, Budi Waseso Ditelepon JK

Dheri Agriesta    •    Kamis, 03 Sep 2015 19:45 WIB
budi waseso
Usai Geledah Pelindo, Budi Waseso Ditelepon JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui menelepon Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso terkait penggeledahan PT Pelindo II. JK menelepon dari Seoul, Korea Selatan, untuk meminta penjelasan soal tindakan Bareskrim tersebut.

"Saya telepon waktu saya di Seoul, tanyakan apa yang terjadi, lalu dijelaskanlah apa yang terjadi," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015). JK saat itu menghadiri Peace Kepper Summit. 

JK enggan merinci pembicaraannya dengan jenderal bintang tiga itu. Hanya, saat melakukan pembicaraan lewat telepon JK mengingatkan Buwas dengan arahan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo.

"Enggak. saya cuma bilang, seperti biasa, ini kan kebijakan korporasi ya jangan dipidanakan. Itu prinsip yang kita telah pakai dan sesuai aturan UU tentang administrasi pemerintahan," kata dia.

JK pun membantah pernyataan kabar akan digesernya Buwas dari posisi saat ini berkaitan dengan kasus korupsi yang tengah diselidiki Bareksrim. Kata dia, Pemerintah akan memberikan lampu hijau kepada penegak hukum jika ada tindakan korupsi secara sengaja.

Hanya saja, penindakan pun harus dibedakan. Mengingat, Presiden Joko Widodo pernah memerintahkan untuk tidak memidanakan kebijakan koorporasi. Hal itu disampaikan di depan aparat kepolisian.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menginstruksikan untuk tidak mengumumkan status tersangka seorang pejabat secara prematur.

"Presiden perintahkan dua hal, kebijakan korporasi itu jangan diperiksa secara pidana. Berikutnya kalau belum pasti, itu tidak boleh diekspos, supaya jangan pejabat itu takut berbuat (menjalankan) kebijakan," pungkas JK.

Selain JK, Menteri BUMN juga mempertanyakan penyelidikan kasus Pelindo II. Namun Rini menghubungi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Isu pencopotan bekas Kapolda Gorontalo itu menguat beberapa hari setelah Bareskrim menggeledah Pelindo II terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane harbour, pekan lalu.  


(KRI)