JK Sebut Pinjaman dari ADB Baru Sebatas Penawaran

Dheri Agriesta    •    Kamis, 03 Sep 2015 19:51 WIB
utang luar negeri
JK Sebut Pinjaman dari ADB Baru Sebatas Penawaran
Wapres Jusuf Kalla. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS

Metrotvnews.com, Jakarta: Asian Development Bank (ADB) akan menambahkan pagu pinjaman kepada Indonesia untuk tahun depan. ADB pun berencana menggelontorkan dana sebesar USD2,2 miliar tahun depan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut, angka USD2,2 miliar yang ditawarkan ADB masih dalam bentuk penawaran, serta belum ada persetujuan terkait dana itu. Dia mengungkapkan, kedatangan perwakilan ADB menghadap JK hanya sekadar silaturahmi dan memaparkan program yang akan dilakukan ke depan. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu pemilik ADB.

"Kita kan pemilik ADB, jangan lupa, pemegang saham. Ya otomatis hubungan ADB dan Indonesia, ada dua hal sebagai pemegang saham dan juga hubungan bagaimana ADB memberikan lending atau kredit kepada pembangunan Indonesia sejak puluhan tahun," kata JK, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).

JK membenarkan ada pembicaraan mengenai ekonomi dan pembangunan infrastruktur dengan ADB dan World Bank. Hanya saja, belum ada kesepakatan terkait dana yang akan digelontorkan dua lembaga itu.

"Biasa itu kan World Bank sejak dulu. Kan kita bayar yang lama ditawari lagi, itu biasa untuk infrastruktur kita. Kita anggota World Bank , jangan lupa jadi kita berhak untuk apa ya dalam keadaan devisa begini, kita butuh dana murah," jelas JK.


(AHL)