Ini Langkah Khusus Bagi Pemula dalam Memulai Investasi

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 03 Sep 2015 20:08 WIB
saham
Ini Langkah Khusus Bagi Pemula dalam Memulai Investasi
ilustrasi. MI/ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi pemula yang baru memulai investasi di saat kondisi ekonomi dan rupiah yang masih belum stabil saat ini‎ tidaklah mendapatkan modal dari hasil pinjaman. Meminjam dana melalui bunga pinjaman sangat tidak baik karena berisiko tinggi.

"Investasi dari pinjaman itu salah. Harga saham turun, dan rupiah‎ turun, uang makin mahal dan bunga pinjaman mahal. Jadi untuk investasi itu harus free money," ucap Goup Marketing Director Reliance Capital
Management Ronny Hertantyo Raharjo, ketika ditemui di Restaurant Dapur Sunda Pacific Place, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Arti kata free money, dia menyebutkan, dana investasi yang saat ini dipegang, seharusnya bukan uang untuk melunasi ‎cicilan utang, uang simpanan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, dan yang lainnya. "Jikalau uang ini digunakan, maka habislah kehidupan," jelas dia.

Pada saat keadaan ini, investasi yang paling aman adalah deposito. Karena, deposito tidak ada sanksi seperti yang dilakukan oleh pelaku saham. Adapun, investor bisa memilih investasi moderat jangka panjang, seperti
reksadana.  Reksa dana tidak akan rugi meskipun Indonesia mengalami krisis.

"Asal tidak ambil dananya pas krisis, kita tidak akan rugi,” kata dia.

‎Selain itu, investasi yang rentan pada kerugian yaitu sektor saham. Bagi pemula yang ingin masuk ke investasi saham haruslah mengerti, investasi ini sangat berbahaya, karena bisa rugi dan untung.

"Jadi investasi jangan sampai mengganggu kegiatan lainnya. Kalau pertumbuhan ekonomi lima persen, untung seharusnya di atas lima persen, kalau rugi di bawah lima persen, itu patokan setahunnya. Jangan sampai
rugi di atas lima persen. Kondisi seperti ini sangat menantang untuk saham," ‎pungkas dia.

 


(SAW)