Sopir Angkot Bandung Keluhkan Keberadaan Go-Jek

Roni Kurniawan    •    Kamis, 03 Sep 2015 20:17 WIB
gojek
Sopir Angkot Bandung Keluhkan Keberadaan Go-Jek
Founder sekaligus CEO Go-Jek, Nadiem Makarim. (Foto:MTVN/Intan Fauzi)

Metrotvnews.com, Bandung: Kehadiran Go-Jek di Kota Bandung tak hanya membuat resah tukang ojek pangkalan di sana. Angkutan yang memanfaatkan teknologi aplikasi ini pun dikeluhkan para sopir angkutan perkotaan.

Wawan, 46, pria yang sudah 10 tahun mengemudikan angkot jurusan Cicadas-Elang itu mengaku gelisah dengan adanya Go-Jek. Sejak maraknya kredit motor dengan uang muka ringan, ia sudah kesulitan untuk mencari penumpang.

"Wah, (adanya Go-Jek) semakin tambah hese neangan (susah mencari) penumpang. Udah mah makin banyak uang muka ringan untuk ngambil (kredit) murah, ditambah ini (Go-Jek). Beuki hese (semakin susah)," kata Wawan saat menunggu penumpang di Jalan Burangrang, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/9/2015).

Menurutnya, untuk menutupi uang setoran ke pemilik angkot pun terkadang kurang. Pasalnya, dalam satu hari ia harus menyetor uang Rp120 ribu. Sedangkan untuk memberi kebutuhan dapur rumah tangga, terkadang ia harus meminjam kepada rekan-rekan sesama sopir.

"Seringnya sekarang setoran kurang. Kadang minjem ka rerencangan (teman), kadang juga suka nganjuk (utang) ke warung," katanya.

Hal senada diungkapkan Mamat, 52. Pria yang sudah memiliki dua cucu itu mengaku pasrah dengan situasi sekarang. Namun, ia mengaku akan terus menekuni profesinya sebagai sopir angkot yang sudah dijalani sejak usia 25 tahun.

"Nya kedah kumaha deui (ya, harus bagaimana lagi). Segini juga udah alhamdulillah masih ada kerjaan bisa nyupir. Kalau enggak gini, mau dari mana lagi. Padahal tukang ojek sudah banyak di tiap gang, ditambah lagi ini (Go-Jek)," tutur Mamat.

Di sisi lain masyarakat merasa diuntungkan dengan kehadiran Go-Jek di Kota Kembang. Pelayanan yang praktis dan cepat dengan hanya menggunakan aplikasi di gadget tersebut disinyalir mampu memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari.

"Ya, kalau saya sebagai warga merasa diuntungkan karena tinggal order lewat handphone, terus enggak nunggu lama langsung datang. Terus murah juga ongkosnya," kata Mila, 26, yang sering menggunakan Go-Jek saat pulang dari aktivitasnya sebagai karyawan swasta.


(UWA)