Warga Bandung Antusias Daftar Jadi Driver Go-Jek

Roni Kurniawan    •    Kamis, 03 Sep 2015 21:17 WIB
gojek
Warga Bandung Antusias Daftar Jadi <i>Driver</i> Go-Jek
Suasana di tempat pendaftaran pengemudi Go-Jek di Bandung, Jawa Barat. Foto: MTVN/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Animo warga Kota Bandung bergabung dengan Go-Jek tinggi. Hal itu terlihat saat manajemen Go-Jek membuka lowongan pengemudi di Gedung Serba Guna (GSG) Bikasoga, Jalan Suryalaya, Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 3 September.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, ratusan warga memadati halaman gedung serbaguna sambil membawa berkas lamaran. Mereka sabar mengantre panjang sejak dibukanya pendaftaran pukul 08.00 WIB.

Dadang, 31, calon pengemudi, tertarik menjadi pengemudi Go-Jek walaupun sudah memiliki pekerjaan tetap di salah satu perusahaan swasta. Namun, karena jam kerja yang fleksibel, ia mengaku ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

"Kalau ini mah bisa sambil sampingan karena waktunya bisa kapan aja. Terus juga karena saya masih kerja, jadi lumayan ada tambahan," kata Dadang ditemui di sela-sela menunggu antrean.

Menurutnya, persyaratan yang diberlakukan untuk bergabung dengan Go-Jek tidak begitu sulit. Pasalnya, manajemen Go-Jek hanya memberikan persyaratan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), STNK sepeda motor, dan surat izin mengemudi (SIM).

"Paling harus ada surat yang menjadi jaminan. Misalnya akta kelahiran atau surat nikah. Terus daftarnya gratis," ujarnya.

Hendrik, calon pengemudi lain, ingin bergabung karena tergiur dengan penghasilan yang diperoleh oleh kawannya yang lebih dulu bergabung. Rata-rata dalam sebulan temannya mampu meraup Rp3 juta. Bahkan, kata dia, jika melebihi orderan, penghasilan bisa lebih dari Rp5 juta.

"Karena yang diangkut bukan hanya orang tapi barang juga," kata Hendrik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pendaftaran mitra Go-Jek tersebut sudah mulai dilakukan sejak 1 September. Manajemen Go-Jek membuka pendaftaran hingga 11 September.

Sayangnya, manajemen Go-Jek tak mau dimintai keterangan. Peliput juga tidak diperkenankan masuk melihat proses seleksi.

"Instruksinya seperti itu. Kalau mau silakan hubungi yang di Jakarta. Kami enggak mau ngasih informasi, takut salah. Dan temen-temen wartawan juga tidak boleh masuk ke dalam," kata salah satu pria yang mengaku hanya ditunjuk sebagai panitia perekrutan mitra Go-Jek di Bandung.


(UWA)