Kapal Pembawa WNI Tenggelam di Selangor, 14 Tewas

Wandi Yusuf    •    Kamis, 03 Sep 2015 22:34 WIB
kapal tenggelam
Kapal Pembawa WNI Tenggelam di Selangor, 14 Tewas
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapal yang mengangkut warga Indonesia (WNI) tenggelam di kawasan Sabak Bernam, Selangor, tepatnya di 10 mil dari Pantai Malaysia, Kamis (3/9/2015), sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Tapi, kejadian yang melibatkan kapal dengan panjang 15 meter dan lebar 3 meter ini pertama kali dilaporkan nelayan kepada Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) pada pukul 10.30 waktu setempat.  

Ketua Penguat Kuasa Maritim Selangor, Laksamana Pertama Maritim Mohamad Aliyas bin Hamdan, mengatakan, berdasarkan ukuran kapal, maksimal bisa mengangkut 16 penumpang. Namun, kapal itu dikabarkan mengangkut 70 penumpang.

Tim SAR yang hingga saat ini masih melakukan pencarian dan penyelamatan baru menemukan 20 korban selamat, terdiri dari 19 laki-laki dan 1 perempuan. Sedangkan korban tewas 14 orang (13 perempuan dan 1 laki-laki).

"Korban selamat telah dibawa ke kantor polisi Hutan Melintang untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara korban tewas saat ini disemayamkan di RS Teluk Intan. Operasi pencarian masih akan terus dilaksanakan selama tujuh hari dengan mengerahkan tujuh kapal dan satu heli," demikian keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri, yang diterima Metrotvnews.com, Kamis malam.

Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal. Namun, dugaan awal karena kapal kelebihan muatan. Juga terjadi kerusakan mesin.

Cuaca pada saat kapal tenggelam relatif cerah. Saat itu kapal diduga kuat dalam perjalanan menuju Tanjung Balai Asahan dengan membawa WNI yang dikategorikan sebagai Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI). Hal ini mengacu pada peristiwa serupa yang pernah terjadi dan lokasi keberangkatan kapal yang bukan melalui pelabuhan resmi.

Satgas KBRI Kuala Lumpur saat ini masih terus berkoordinasi dengan APMM guna memonitor operasi penyelamatan. Satgas juga mengirim Tim ke Kantor Polisi Hutan Melintang (berjarak 200 kilometer dari Kuala Lumpur) untuk bertemu dan memperoleh keterangan langsung dari korban selamat serta memberikan bantuan yang diperlukan. Termasuk bantuan hukum penanganan kasus ini lebih lanjut.

Tim juga menuju ke RS Teluk Intan untuk mengumpulkan data dari korban meninggal untuk selanjutkan menghubungi keluarga dan mempersiapkan penanganan jenazah bekerja sama dengan pihak rumah sakit dan otoritas terkait lainnya.

Duta Besar RI, Herman Prayitno, menyayangkan peristiwa serupa terjadi. "Kami mengimbau WNI di Malaysia yang akan kembali ke Tanah Air agar tidak mengambil risiko menempuh jalur kepulangan yang berbahaya," kata Herman.


(UWA)