Nongol di Acara Trump, Pimpinan DPR RI Harus Temui Semua Capres AS

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 04 Sep 2015 11:45 WIB
donald trump
Nongol di Acara Trump, Pimpinan DPR RI Harus Temui Semua Capres AS
Foto: AFP

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Ahmad Zainuddin tak mempermasalahkan kehadiran pimpinan DPR RI, Setya Novanto dan Fadli Zon di acara bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, tidak etis kalau keduanya hanya menemui Trump, sementara bakal capres lainnya tidak.

"Kalau mendatangi semua calon (presiden) oke saja. Kalau cuman salah satu, itu yang menjadi masalah," kata Zainuddin saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat (4/9/2015).

Partai Republik belum final menunjuk Trump sebagai calon presiden. Trump harus bertarung dengan Jep Bush untuk mendapatkan dukungan Republik. Sementara, Partai Demokrat kemungkinan mengusung Hilary Clinton. "Minimal mereka datangi (capres lainnya)," ujar Zainuddin.

Selain Novanto dan Fadli, hadir juga dalam acara Trump Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin. Zainuddin melanjutkan, mereka pergi ke Negeri Paman Sam dalam rangka kunjungan kerja atas nama negara. "Tidak etis kalau hanya mengunjungi salah satu capres karena mereka kunjungan. Kalau atas nama pribadi tidak masalah," katanya.


Fadli Zon dan Setya Novanto (di lingkaran merah) saat acara Donald Trump. AFP Foto

Novanto, Fadli, dan Aziz hadir di acara khusus Donald Trump yang digelar pada Kamis malam 3 September. Setelah menyelesaikan pidato, Trump mengajak Novanto ke podium dan mengenalkan ke undangan acara tersebut.

"Ketua DPR Indonesia, dia datang ke sini untuk bertemu dengan saya. Setya Novanto, salah satu orang kuat dan hebat," ujar Trump, dikutip Bussines Insider.

"Semua anggota kelompoknya datang ke sini untuk bertemu dengan saya. Dan kita akan berbuat terbaik untuk Amerika Serikat (AS). Itu benar?" tanya Trump kepada Novanto.

"Iya," ujar Setya menjawab.

"Apakah rakyat Indonesia menyukai saya?" Trump bertanya lagi.

"Iya, sangat (menyukai)," kata Setya. "Terima kasih."

Business Insider sempat mewawancarai Fadli Zon. "Saya kira kami semua menyukai dia, karena dia investasi di Indonesia. Trump memiliki beberapa proyek di Bali dan Jawa Barat, jadi dia adalah teman Indonesia.


(TRK)