Alasan Revitalisasi Titik Nol Km Yogya Telan Dana Rp4,6 Miliar

Patricia Vicka    •    Jumat, 04 Sep 2015 13:06 WIB
lalu lintas
Alasan Revitalisasi Titik Nol Km Yogya Telan Dana Rp4,6 Miliar
Rambu peringatan mulai dipasang di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjelang proyek pemasangan batu andesit. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pengerjaan proyek revitalisasi kawasan Titik Nol Kilometer telah dimulai sejak Kamis, 3 September 2015. Proyek ini menelan dana Rp4,6 Miliar yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) Pemprov DIY 2015.

Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Bambang Sughaib mengatakan sebagaian besar anggaran terpakai untuk pengerjaan beton jalan dan pembelian batu andesit.

"40 persen anggaraan digunakan untuk membeli bahan-bahan untuk membeton jalan dan membeli batu andesit-nya. Sisanya untuk pembiayaan lain-lain," ujar Ghaib melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Jumat (4/9/2015).

Ia melanjutkan, pencairan dana dari pemprov akan dilakukan dalam dua tahap. "Jika pengerjaan proyek sudah mencapai 50 persen, dana akan cair 50 persen. Kalau pengerjaannya sudah selesai, Danais akan cair 100 persen untuk pelunasan," jelas Ghaib.

Proyek revitalisasi ini tak hanya sekadar mengganti aspal dengan batu andesit saja. Namun, pihaknya akan memperkuat fondasi jalan di bawah batu andesit.

"Kami akan menggali tanah di sekitar kawasan Titik Nol Kilometer sedalam 35 cm. Lalu kami cor beton dan pasang batu andesit berwarna hitam keabu-abuan. Pekerjaan dilakukan hingga batas lampu lalu lintas di tiap simpang jalan di Titik Nol Kilometer, dengan total luas wilayah yang dipasangi batu andesit mencapai 1.570 meter persegi," papar Ghaib.

Titik Nol Kilometer Yogyakarta berada tepat di pertemuan Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Ahmad Yani, serta jalan menuju Alun-alun Utara. Ghaib menyerahkan pengerjaan proyek revitalisasi ini ke PT Soyuren Indonesia yang telah memenangi proses lelang terbuka.


(SAN)