Pimpinan DPR Hadir di Acara Trump, JK: Mungkin Mau Belajar Kampanye

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 04 Sep 2015 13:22 WIB
donald trump
Pimpinan DPR Hadir di Acara Trump, JK: Mungkin Mau Belajar Kampanye
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menanggapi dua pimpinan DPR yang hadir di acara khusus yang diadakan kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump. JK menduga kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil  Ketua DPR Fadli Zon di acara Trump untuk mempelajari caranya berkampanye ala Trump.

"Mau belajar kampanye kali," kata JK usai memberi pengarahan dalam rapat kerja Kementerian PU Pera di kantor Kementerian PU Pera, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2015).

JK mengatakan tidak ada yang salah saat Novanto dan Fadli turut hadir dalam acara Trump. Menurutnya, orang yang berkecimpung di dunia politik harus memiliki pengetahuan yang luas dan bisa bergaul dengan siapapun. "Ya enggak apalah orang politik harus berkawan dengan orang politik kan," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPR RI Setya Novanto tiba-tiba hadir di acara khusus yang diadakan oleh kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump.

Saat itu, Trump mengumumkan sumpah setianya kepada Partai Republik di Trump Tower, New York, Kamis (3/9/2015) atau Jumat (4/9/2015) pagi waktu Indonesia.

Ada yang menarik dalam acara tersebut, ketika dia menyelesaikan pernyataannya dan beranjak dari podium, Trump kembali ke mikrofon dengan seorang membawa seorang pria di sampingnya. Trump pun memperkenalkan tamu khususnya saat itu, yang tidak lain adalah Setya Novanto.

Business Insider pun sempat berbicara dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang juga hadir dalam acara tersebut. Menurut Zon, Trump memiliki investasi di Indonesia.

Fadli dan beberapa delegasinya membawa kantung hadiah dari Trump Tower. Namun kepada Bussiner Insider Fadli menjelaskan dia belum membuka kantung itu dan tidak mengetahui isinya.

Di saat bersamaan, Bussines Insider menanyakan apakah Trump bermaksud mengulangi kedekatan Presiden Barack Obama dengan Indonesia. Ini mengingat bahwa Presiden Obama sempat tinggal di Indonesia dan memiliki penggemar besar.


(YDH)