80 Persen Langit Pulau Sumatera Diselimuti Asap

Ilham wibowo    •    Jumat, 04 Sep 2015 13:35 WIB
kabut asap
80 Persen Langit Pulau Sumatera Diselimuti Asap
Kepala Pusat Data Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho--Antara/Darwin Fatir

Metrotvnews.com, Jakarta: Hingga saat ini 80 persen wilayah di Pulau Sumatera masih tertutup asap. Asap menutupi langit Pulau Sumatera karena kebakaran hutan dan lahan.

"Dari tiga provinsi Sumsel, Jambi dan Riau sudah lebih tiga minggu mengalami kebakaran hutan dan lahan. 80 persen wilayah Sumatera masih tertutup asap," kata Kepala Pusat Data Dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Gedung Graha BNPB Lantai 11, Jalan Pramuka Kav.38, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2015)

Sutopo mengatakan, dari pantauan menggunakan satelit ditemukan sejumlah titik panas (hotspot) yang yang menandakan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Asap kebakaran ini mengakibatkan munculnya konsentrasi gas beracun bagi kesehatan manusia.

"Kondisi kebakaran lahan di Sumatera masih nampak sejumlah sebaran titik panas. Asap dari kebakaran ini muncul konsentrasi gas racun bagi kesehatan manusia. Karbon monoksida (CO) di udara sangat tinggi, khususnya di wilayah Jambi dampak dari kebakaran lahan tersebut," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto mengatakan, pemadaman kebakaran masih terus dilakukan. Seperti pemadaman manual bersama relawan, operasi udara dan modifikasi cuaca untuk menekan sebaran api.

"Pemadaman melalui darat, juga dibantu dengan operasi udara. Water bombing, dan TMC teknologi modif cuaca. Paket ini diharapkan menekan jumlah sebaran api," ucap Tri.

Asap pekat yang menyelimuti langit Pulau Sumatera menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan. Dua Penerbangan dari Medan tujuan Batam, Kepulauan Riau, dan satu penerbangan sebaliknya, dibatalkan. Hal tersebut akibat kabut asap pekat masih menyelimuti udara sekitar Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.


(YDH)