23 Calon Haji Dirawat di BPHI Mekkah

   •    Jumat, 04 Sep 2015 13:42 WIB
haji 2015
23 Calon Haji Dirawat di BPHI Mekkah
Kepala Seksi Kesehatan BPHI Daerah Kerja Mekkah Thafsin Alfarisi memberikan penjelasan. Foto: MCH.

Metrotvnews.com, Mekkah: Sebanyak 23 jamaah calon haji dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Itu jumlah sejak pertama kali kedatangan mereka di Mekkah setelah ibadah Arbain di Masjid Nabawi Madinah. Tiga orang di antaranya dirawat inap.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Kesehatan BPHI Daerah Kerja Mekkah Thafsin Alfarizi. “Sampai jam 1 siang tadi, data di BPHI, rawat inap tiga orang, terdiri dari 1 jamaah pria dan 2 wanita,” terang Alfarisi, Kamis (3/9/2015) waktu Arab Saudi.

Selain itu, kata Alfarisi, ada 3 jamaah haji Indonesia yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi An-Nur. Jemaah tersebut dirujuk karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan perawatan menggunakan fasilitas layanan di BPHI. “Cepat dirujuk agar lebih baik. Rata-rata penyakit jantung dan saluran pernafasan,” jelasnya.

Alfarisi menjelaskan, BPHI  telah menempatkan tenaga penghubung yang direkrut secara khusus untuk ditempatkan di  lima rumah sakit. Di antaranya RS An-Nur, RS Al Zaheer, dan RS King Faishal. “Kalau ada jemaah sakit di kloter dan sektor yang mau dirujuk ke RS Arab Saudi, bisa langsung berhubungan dengan mereka,” jelasnya.

“Jamaah yang secara medis tidak bisa dilakukan tindakan perawatan di kloter, sektor, dan BPHI,  bisa langsung dirujuk ke RS Arab Saudi. Di sana sudah stand by petugas BPHI selama 24 jam, yang terbagi dalam dua shift,  dari jam 8 pagi sampai 8 malam.  Satu shift terdiri dari satu orang untuk setiap rumah sakit,” tambahnya.

BPHI sudah berkirim surat ke direktur rumah sakit agar penghubung kesehatan bisa disiapkan ruangan untuk istirahat dan salat. “Ada satu rumah sakit di Zaheer yang merespons dengan menyiapkan ruangan. Mudah-mudahan rumah sakit lainnya ikut merespons,” katanya.

Untuk mempercepat proses layanan kesehatan kepada jemaah haji, BPHI Daker Makkah membentuk klinik satelit di pemondokan yang ditempati lebih dari dua kloter jemaah haji Indonesia. Jika satu gedung, misalnya ditempati oleh e kloter, maka dibentuk klinik satelit kloter. 

“Tenaga kesehatan berjaga 24 jam akan melayani jemaah selama 24 jam, lintas kloter. Jika tidak ada pasien, petugas kesehatan akan  melakukan visitasi dan upaya preventif – promotif,” jelasnya.

Menurut Alfarisi, klinik satelit dibangun agar pelayanan kesehatan bisa dilakukan cepat dalam 24 jam. Petugas yang sedang tidak bertugas di satelit akan bertugas sebagai petugas kesehatan kloter. Untuk memudahkan akses jemaah, klinik satelit ditempatkan di tempat-tempat strategis. (mch)


(DOR)

KPK Ancam Jerat Pihak Merintangi Sidang Korupsi KTP-el

KPK Ancam Jerat Pihak Merintangi Sidang Korupsi KTP-el

12 minutes Ago

Lembaga antikorupsi akan menjerat pihak-pihak tersebut dengan Pasal 21 UU Pemberantasan Korupsi…

BERITA LAINNYA