Kapolda Metro tak Ingin Kasus Dwelling Time Bikin Gaduh

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 04 Sep 2015 14:17 WIB
suap di kemendag
Kapolda Metro tak Ingin Kasus <i>Dwelling Time</i> Bikin Gaduh
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian usai serah terima jabatan di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat 11 Juni 2015. Antara Foto/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian memastikan penyidikan kasus korupsi dwelling time berjalan. Namun, dia tidak ingin proses hukum kasus tersebut menimbulkan kegaduhan.

"Ini masih kami dalami, artinya kami tak ingin timbulkan kegaduhan," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2015).

Dia mengatakan, penyidik tidak mundur meski Komjen Budi Waseso dimutasi dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal karena diduga menyelidiki kasus korupsi di PT Pelindo II. "Tidaklah," ujarnya.

Tito menegaskan, pihaknya tidak pernah menerima intervensi selama menyelidiki kasus ini sejak awal bulan lalu. "Dukungan penuh malah," kata Tito.

(Klik: Jokowi Sudah Curiga Ada Suap Dwelling Time)

Penyidik Polda Metro menetapkan lima tersangka kasus dwelling time, yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi Pangaribuan, Kepala Sub Direktorat Barang Modal Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Imam Aryanta, Musyafa, tenaga honorer di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag; Mingkeng, importir PT Abadi Raya, dan Lucia Kuswandi, importir PT Garindo Sejahtera Abadi.


Satgas Khusus Polda Metro Jaya seusai penggeledahan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin 3 Agustus 2015. Antara Foto/M Agung Rajasa

Saksi yang diperiksa sebanyak 26 orang. Satuan tugas khusus Polda Metro menggeledah kantor Partogi pada Senin 3 Agustus, dan mendapat barang bukti USD42 ribu (Rp565,5 juta) dan SGD4 ribu (Rp39,4 juta). Penyidik juga menggeledah kantor Kementerian Perindustrian dan PT Garindo Sejahtera Abadi. Dari dua kantor itu, penyidik membawa dokumen dan komputer.

Namun beberapa pekan terakhir, proses kasus dwelling time yang sebelumnya menyita perhatian banyak pihak, tak terdengar lagi. Kekhawatiran proses hukum kasus itu mandek atau jalan di tempat pun muncul.

(Klik: Luhut: Pemberantasan Korupsi jangan Dibuat Gaduh)

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan meminta Polri memberantas korupsi namun dengan cara-cara yang tidak bikin gaduh. Publikasi kasus di media dinilai salah satu yang bikin gaduh.

"Pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak boleh bikin gaduh," ujar Luhut, Kamis 3 September.


(TRK)