Tiga Pemeriksa BPK ke KPK Sebagai Ahli, Bukan Saksi

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 04 Sep 2015 16:35 WIB
kasus korupsi
Tiga Pemeriksa BPK ke KPK Sebagai Ahli, Bukan Saksi
KPK. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dimintai keterangan sebagai ahli di Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka diundang KPK untuk dijadikan ahli terkait kasus dugaan korupsi Diklat Pelayaran Sorong tahap 3 Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2011. 

Pemeriksa BPK yang menyambangi KPK adalah Hendratna Mutaqin, Hendra Susanto dan Kristianto Ary Nugroho. "Pemeriksa BPK diminta keterangannya sebagai ahli dalam menghitung kerugian negara atas kasus tersebut," ujar Humas BPK kepada Metrotvnews.com, Jumat (4/9/2015) siang.

Hal ini sekaligus untuk meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyebut tiga orang pemeriksa BPK dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi Diklat Pelayaran Sorong tahap 3 Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2011. Mereka diundang KPK dan berstatus ahli.

(Klik: Usut Kasus Diklat Pelayaran Sorong, KPK Panggil Tiga Staf BPK)

Keterangan BPK dibutuhkan untuk mengungkap proyek yang diduga telah merugikan negara sekitar Rp40 miliar. Kerugian ini diduga timbul lantaran tindakan tiga tersangka Budi Rachmat Kurniawan, Irawan, dan Sugiarto yang disangkakan menyalahgunakan wewenangnya dalam proyek tersebut.

Budi Rachmat adalah mantan General Manager PT Hutama Karya sedangkan Irawan merupakan ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Satuan Kerja Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. Sementara, Sugiarto adalah pejabat pembuat komitmen Satuan Kerja Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut.

Ketiga tersangka telah ditahan Lembaga Antikorupsi. Atas tindakannya, mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

 


(KRI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA