Devaluasi Yuan, ICP Agustus Merosot ke USD42,81/Barel

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 04 Sep 2015 16:36 WIB
minyak mentah
Devaluasi Yuan, ICP Agustus Merosot ke USD42,81/Barel
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Tim Harga Minyak Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada Agustus 2015 mencapai USD42,81 per barel, atau turun sebesar USD9,00 per barel dari USD51,81 per barel pada Juli 2015.

Mengutip laman Kementerian ESDM, Jumat (4/9/2015), penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut, lantaran sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor.

Pertama, berdasarkan publikasi OPEC Agustus 2015, produksi minyak mentah OPEC mengalami peningkatan produksi pada Juli 2015 sebesar 0,1 juta barel per hari dibandingkan Juni 2015 menjadi 31,5 juta barel per hari.

Kedua, proyeksi pasokan minyak negara-negara Non-OPEC 2015 direvisi meningkat 0,08 juta barel per hari dibandingkan publikasi Juli 2015, menjadi 57,46 juta barel per hari.

Ketiga, representatif Iran-OPEC menyampaikan bahwa terdapat potensi peningkatan produksi dari negara OPEC hingga 33 juta barel per hari pasca penghapusan sanksi Iran.

Keempat, peningkatan jumlah oil rig count dunia (kecuali Tiongkok dan Former Soviet Union) di Juli 2015 dibandingkan Juni 2015.

Kelima, dalam neraca pada publikasi IEA Agustus 2015, selama semester II-2015, dunia masih akan mengalami over supply hingga 1,4 juta barel per hari dengan asumsi rata-rata produksi OPEC sebesar 31,7 juta barel per hari dan belum memperhitungkan proyeksi kenaikan produksi Iran pasca penghapusan sanksi.

Keenam, menurut laporan mingguan EIA, tingkat stok distillate fuel oil Amerika Serikat akhir Agustus 2015 lebih tinggi lima juta barel dibandingkan dengan stok pada akhir Juli 2015.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi antara lain oleh penurunan indikator perekonomian Tiongkok dan penurunan signifikan pada harga saham (Indeks CSI 300) dan potensi penurunan perekonomian negara Asia lainnya akibat efek dari devaluasi yuan yang dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok.

"Faktor lainnya, proyeksi produksi minyak Tiongkok 2015 direvisi naik 30 ribu barel per hari pada publikasi OPEC Agustus 2015 dibandingkan publikasi OPEC Juli 2015 dan peningkatan stok minyak mentah Tiongkok di Juli 2015 sebesar 1,05 persen dibandingkan Juni 2015," kata Tim Harga Minyak Kementerian ESDM.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Agustus 2015 sebagai berikut:
1. WTI (Nymex) mencapai USD42,89 per barel, turun sebesar USD8,04 per barel dari USD50,93 per barel pada Juli 2015.
2. Brent (ICE) mencapai USD48,21 per barel, turun sebesar USD8,56 per barel dari USD5,76 per barel pada Juli 2015.
3. Basket OPEC mencapai USD45,38 per barel, turun sebesar USD8,80 per barel dari USD54,19 per barel pada Juli 2015.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA