Proyek Kereta Menengah Diyakini tak Gusur Kereta Reguler KAI

Antara    •    Jumat, 04 Sep 2015 18:34 WIB
kereta cepat
Proyek Kereta Menengah Diyakini tak Gusur Kereta Reguler KAI
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil meyakini proyek kereta kecepatan menengah tidak akan menggusur layanan kereta reguler Jakarta-Bandung dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), namun memang perlu dilakukan sejumlah penyesuaian.

Meskipun proyek ini penting, Sofyan menegaskan, pengerjaan dan operasi proyek ini sepenuhnya akan diserahkan ke BUMN atau swasta.

"Pemerintah hanya akan bertindak sebagai regulator," ujar Sofyan, di Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Musababnya, lanjut dia, pemerintah ingin terlebih dulu fokus mengembangkan moda kereta di luar Jawa, seperti di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Kritik keras sebelumnya kerap dilontarkan berbagai tokoh tentang rencana pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini. Mantan Menteri Perhubungan Emil Salim menilai proyek kereta cepat yang lokasinya di Pulau Jawa, bisa memperlebar ketimpangan ekonomi, mengingat kondisi transportasi di pulau lain masih sangat tidak memadai.

Ekonom senior UI Anwar Nasution menyebutkan proyek kereta cepat hanya cocok untuk rute jarak jauh seperti Jakarta-Surabaya, dan tidak memiliki potensi pasar yang signifikan untuk rute Jakarta-Bandung.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membatalkan proyek kereta cepat dan mengubahnya menjadi proyek kereta kecepatan menengah. Proses persiapan dan pengerjaaannya pun diserahkan kepada Kementerian BUMN, dengan skema "business to business", tanpa atas nama proyek pemerintah.

Sebelumnya, proyek kereta cepat Indonesia yang diperebutkan dua ekonomi raksasa Asia, Jepang dan Tiongkok ini mencuatkan biaya investasi hingga USD5,5 miliar-USD6,2 miliar.


(AHL)