Presiden Minta Pemda dan Masyarakat Aktif Padamkan Sumber Kabut Asap

Mufti Sholih    •    Jumat, 04 Sep 2015 19:03 WIB
kabut asap
Presiden Minta Pemda dan Masyarakat Aktif Padamkan Sumber Kabut Asap
Foto: Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta kepekaan gubernur, bupati, wali kota dan masyarakat di daerah aktif memadamkan sumber api. Supaya keselamatan warga terjamin.

"Pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan masyarakat agar mengerahkan segala kemampuan untuk memadamkan api secepatnya dan menjaga keselamatan dan kesehatan warga," kata Presiden Joko Widodo dalam arahannya dalam Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).

Rapat Terbatas dihadiri Panglima TNI, KSAD, KSAL, KSAU, Mendagri, Menteri ESDM, Kepala BNPB dan Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam rapat tersebut, Presiden juga mengajak masyarakat berpartisipasi memadamkan api.

Setelah masa darurat kabut asap reda, Presiden meminta pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri dan masyarakat bekerja sama untuk sesegera mungkin membuat terobosan solusi permanen untuk mengatasi bencana asap. Sumber api penyebab asap yang menutup langit telah mengganggu aktivitas warga harus dimatikan selamanya.

"Sudah saatnya kebiasaan land clearing tidak boleh dilakukan dengan pembakaran. Land clearing yang mau gampangnya saja dengan pembakaran bila terbukti ada pelanggaran hukum harus dilakukan penegakan hukum yang terukur," kata presiden.

Pemerintah telah berupaya terus menurunkan jumlah titik-titik kebakaran. Terhitung sepanjang Januari-September 2015 tercatat penurunan jumlah titik api. Dibandingkan dengan kondisi yang sama di tahun 2014, jumlah titik api telah turun 52-58 persen. Namun, perlu kewaspadaan penuh mengingat kemarau yang masih panjang, bencana asap akan mencapai puncaknya pada bulan September hingga Oktober.

Dalam jangka pendek pemerintah memanfaatkan model hujan buatan dan pemadaman dari udara dan dari darat. Saat ini jumlah pesawat yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman terdiri atas Riau (1 pesawat, 3 helikopter), Sumatera Selatan (1 pesawat, 2 helikopter), Kalimantan Barat (1 pesawat, 1 helikopter dan 1 Camov), Kalimantan Tengah (2 helikopter dan 1 unit MI-171), Kalikantan Selatan (1 unit Camov), Jambi (2 unit MI-8  dan Superpuma).


(OJE)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

12 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA