DPD Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Dana Desa

Surya Perkasa    •    Jumat, 04 Sep 2015 21:28 WIB
dpd
DPD Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Dana Desa
Ketua Komite I DPD Ahmad Muqowam/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Malang: Komite I DPD mengkritik kebijakan pemerintah untuk memecah penanggung jawab dana desa ke dua kementerian. Menurut Komite I DPD yang mengurusi pemerintahan dalam negeri ini, pemisahan kewenangan justru membuat pemerintah desa menjadi bingung dan takut menggunakan dana tersebut.

"Kalau ini tidak segera diharmonisasi maka akan membuat aparat desa bingung dan takut,” ujar Ketua Komite I DPD Ahmad Muqowam dalam press gathering DPD RI di Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2015).

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden yang dikeluarkan era pemerintahan Jokowi-JK. Kewenangan dana desa pun di bagi ke dua kementerian, Kementeria Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDT) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

Jika tidak diharmonisasi atau kebijakan bersama antara kementerian, tiap kementerian justru mengeluarkan kebijakan yang tidak sejalan. Sebab tiap kementerian mengeluarkan keputusan yang berbeda-beda.

"Aparat desa jadi seperti ditakut-takuti karena perbedaan kepmen dari masig-masing kementrian itu," pungkas dia.

Sementara itu, pemerintah sudah diperintahkan untuk segera menyalurkan Dana Desa yang tertahan di tingkat Kabupaten Kota. Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengeluarkan instruksi ke dua kementerian yang dimaksud ditambah Kementerian Keuangan.

"Dana Desa harus turun paling lambat hari Senin," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo beberapa hari lalu.

Ketiga kementerian ini juga telah duduk bersama untuk membahas ketakutan pemerintah desa yang bingung dan takut mencairkan dana tersebut. Tiga kementerian ini segera membuat kebijakan bersama‎.


(OJE)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA