Akbar: Rupiah Melemah, Pemerintah Harus Kerahkan Seluruh Tenaga

Damar Iradat    •    Sabtu, 05 Sep 2015 08:40 WIB
rupiah melemah
Akbar: Rupiah Melemah, Pemerintah Harus Kerahkan Seluruh Tenaga
Akbar Tanjung/ANT/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi ekonomi Indonesia masih mengkhawatirkan setelah nilai tukar rupiah dengan dollar menyentuh angka Rp14.000 ke atas. Pemerintah diminta mengerahkan segala tenaga untuk membenahi hal tersebut.

Mantan Ketua DPR periode 1999-2004, Akbar Tanjung menganggap pelemahan rupiah terhadap dollar beberapa pekan terakhir cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat. Perlu langkah konkret pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menguatkan rupiah.

"Pemerintah tentu diharapkan mengerahkan segala tenaga kemampuannya untuk mengkaji masalah perekonomian kita dan mengambil langkah-langkah untuk dapat mengatasi terutama dalam rangka untuk bisa memperkuat nilai rupiah," kata Akbar, Jumat (4/9/2015).

Menurut Akbar, hal ini merupakan sesuatu yang sangat serius. Jika kondisi rupiah yang terus 'diinjak-injak' oleh dollar, bukan tak mungkin krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998 terulang.

"Bisa terjadi seperti itu (krisis moneter). Itu yang harus kita jaga betul. Di sini ya tugasnya pemerintah bersama-sama dengan lembaga-lembaga perbankan, terutama Bank Indonesia, untuk bisa lakukan langkah-langkah dalam mencegah kemungkinan makin terjadinya kemerosotoan rupiah kita." paparnya.

Beberapa hari lalu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengakui jika kondisi ekonomi Indonesia masih sehat. Namun, kondisi pelemahan ekonomi global juga menahan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"BI menerapkan (kebijakan) cenderung ketat sejak pertengahan 2013, hasil positif telah muncul. Meskipun ekonomi melambat, pertumbuhan masih 4,67 persen pada kuartal kedua," ujar Agus, 2 September lalu.


(OJE)