28 Jam, WNI Ini Bertahan di Laut Sebelum Akhirnya Diselamatkan

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 05 Sep 2015 11:55 WIB
kecelakaan kapal
28 Jam, WNI Ini Bertahan di Laut Sebelum Akhirnya Diselamatkan
Wakil Perdana Menteri Malaysia Zahid Hamidi menjenguk WNI (Foto: The Star)

Metrotvnews.com, Hutan Melintang: Seorang warga negara Indonesia (WNI) berhasil selamat dari tragedi kecelakaan kapal di Malaysia. Dia pun bertahan di laut selama 28 jam hingga akhirnya diselamatkan.

Kepala Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) wilayah Klang, Mohammad Aliyas Hamdan mengatakan, sebuah kapal nelayan melihat WNI tersebut. Jaraknya sekitar lima mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal yang ditumpangi WNI itu.

"Kami memberikannya bantuan pertama di atas kapal sebelum membawanya ke tempat aman. Ketika di bawa ke darat, tim pencari menemukan dua jenazah yang keduanya laki-laki," ujar Mohammad Aliyas, seperti dikutip The Star, Sabtu (5/9/2015).

Mohammad menceritakan bahwa WNI yang selamat itu dalam kondisi lemah dan dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan.

Keteguhan WNI tersebut selama 28 jam, membuatnya berhasil diselamatkan. Dikabarkan, dia bertahan dengan mengapung di laut.

Menurut Wakil Dubes RI untuk Malaysia Hermono, untuk sementara, jumlah korban tewas masih tercatat 24 orang. Sedangkan untuk yang selamat mencapai 20 orang.  (baca: http://internasional.metrotvnews.com/read/2015/09/04/166034/wni-korban-kecelakaan-kapal-di-malaysia-bertambah-jadi-24-jiwa).

Tim SAR yang hingga saat ini masih melakukan pencarian dan penyelamatan menyampaikan dengan mengerahkan tujuh kapal APMM, tiga kapal Angkatan Laut Malaysia, satu kapal Polisi Malaysia dan 3 pesawat terbang. Satgas KBRI KL saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan APMM guna memonitor operasi penyelamatan.
 
KBRI Kuala Lumpur telah membuka hotline khusus di nomor +60193309114 dan +60193345114. Untuk memudahkan proses identifikasi, kepada keluarga yang menduga sanak saudaran ikut dalam kapal nahas, diharapkan dapat mengirimkan foto melalui whatssapp ke nomor hotline tersebut atau melalui email hermono@kemlu.go.id atau judha.nugraha@kemlu.go.id.

Sampai saat ini, terdapat 20 keluarga yang menghubungi KBRI Kuala Lumpur karena diduga anggota keluarganya ikut naik dalam kapal yang nahas tersebut. Satgas telah berkoordinasi dengan APMM dan Rumah Sakit Ipoh untuk menindaklanjuti informasi pihak keluarga tersebut.


(FJR)