Korban Kapal Malaysia Akan Pulang untuk Pernikahan Anaknya

Agus Josiandi    •    Sabtu, 05 Sep 2015 15:10 WIB
kapal tenggelam
Korban Kapal Malaysia Akan Pulang untuk Pernikahan Anaknya
Keluarga menunjukkan foto salah satu korban kapal tenggelam di Malaysia. Foto: MTVN/Josiandi

Metrotvnews.com, Pamekasan: Satu keluarga asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan selat Malaka, diketahui hendak pulang ke kampung halaman untuk menghadiri pernikahan anak mereka.

Korban Abdul Hamid memiliki anak yang akan menikah. Dia adalah Susmiyati, 18, yang akan dipersunting kekasihnya, Hasib, asal Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura.

"Pernikahannya tinggal 12 hari lagi. Dengan kecelakaan ini, keluarga bingung dan masih akan  rembuk apakah pernikahan akan dilanjutkan atau tidak," kata Aziz, saudara korban kecelakaan, saat ditemui, Sabtu (5/9/2015).

Dikatakan Aziz, kerabatanya itu sudah dua tahun bekerja sebagai TKI. Kepulangannya sangat diharapkan keluarga. Terlebih Hamid akan menjadi wali dalam pernikahan anak bungsunya itu.

"Kami kaget waktu mendengar kabar itu. Karena di sini kami sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan pernikahan Susmiyati," ujar dia.

Aziz berharap segera ada kabar untuk empat anggota keluarga lain. Para keluarga masih meyakini keluarganya dapat ditemukan dalam kondisi selamat  agar pernikahan Susmiyati berjalan sesuai rencana.

Satu keluarga besar asal Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi korban kapal tenggelam di perairan Selat Malaka, Selangor, Malaysia.

Mereka terdiri dari enam orang, masing-masing Abdul Hamid, 55 dan istrinya Suna, 50; Punadi, 35, dan istrinya Hosniyah, 27; serta Imam, 34 dan istrinya Hotimah, 26.

Dari enam orang itu, dua orang dikabarkan selamat. Mereka adalah Punadi dan Imam. Keduanya sedang mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Malaysia.

Kapal berisi puluhan TKI dari Malaysia yang hendak pulang ke Indonesia, tenggelam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, Kamis 3 September. Sebanyak 24 penumpang dikabarkan ikut tenggelam dan tewas.


(UWA)