Masuk Koalisi Pemerintahan, PAN Tidak Menampik Dapat Jatah Menteri

Adhi M Daryono    •    Minggu, 06 Sep 2015 01:37 WIB
koalisi indonesia hebat
Masuk Koalisi Pemerintahan, PAN Tidak Menampik Dapat Jatah Menteri
Ilustrasi pendukung PAN--Antara/Zarqoni

Metrotvnews.com, Jakarta: Masuknya Partai Amanat Nasional ke dalam koalisi pemerintah dinilai sebagai angin segar bagi pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sebab tambahan kekuatan PAN, membuat koalisi pemerintah akan semakin kuat di DPR. Namun di samping itu pula masunya PAN tidak menafikan adanya incaran poisis menteri di kabinet Jokowi.

Ketua Mahkamah Partai PAN M Yasin Kara mengatakan mendapat jabatan di pemerintahan merupakan suatu konsekuensi bagi PAN yang bergabung di koalisi pemerintah. "Ya itu konsekuensi politik, bahwa berpolitik ikut pemerintah artinya mengambil peran mewujudkan ide untuk bangsa. Koalisi itu mengincar partisipasi. Naif rasanya jika tidak seperti itu," ujar Yasin dalam sebuah diskusi di Jakarta bertajuk , 'Akhirnya PAN masuk Barisan' di Jakarta, Sabtu (5/9/2015).

Bergabungnya PAN dalam KIH, lanjut Yasin, ingin memberi masukan kepada pemerintah sesuai dengan visi PAN yang tertuang dalam platform partai. "Kita ingin mengambil peran. Platform partai kita juga ingin terwujud secara nyata dalam masyarakat," ujarnya. 

Dikesempatan yang sama, ketua DPP Hanura Erik S Wardhana, menambahkan bergabungnya PAN ke pemerintahan sebuah keniscayaan bagi KIH untuk mendapatkan kekuatan baru.

Dampaknya, lanjut Erik akan terjadi di DPR. Menurutnya, saat pemerintahan baru berjalan terjadi kekhawatiran pemerintah akan diserang habis-habisan oleh koalisi oposisi di parlemen yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dengan jumlah yang banyak. Namun kata Erik, kejadian itu mulai berubah ketika Ketua MPR Zulkifli Hasan meduduki ketua umum PAN. 

"Begitu Zulkifli Hasan jadi Ketum, itu sudah setengah kaki masuk. Bergabungnya PAN adalah keniscayaan, itu akhirnya. Bukan ujug-ujug,"ungkapnya.

Hal senada pun dilontarkan Pengamat Politik Senior dari Institute Peradaban Salim Said. Masuknya PAN ke pemerintahan, membuat Jokowi leluasa untuk membuat kebijakan tanpa harus takut oleh DPR yang sebelumnya dikuasai oleh KMP. "Partai yang sudah mendukung Jokowi dari awal akan kurangi tekanan, dia akan lebih independen dan nantinya bisa memilih menteri lebih bebas," kata Salim.


(AZF)