Diduga Sopir Mabuk, Sebuah Truk Gandeng Hantam Truk Pasir di Jalur Pantura

Iswahyudi    •    Minggu, 06 Sep 2015 04:02 WIB
Diduga Sopir Mabuk, Sebuah Truk Gandeng Hantam Truk Pasir di Jalur Pantura
Suasana kecelakaan di Jalur Pantura, Patebon, Kendal, Jawa Tengah--MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com. Kendal: Tabrakan karambol yang melibatkan tiga truk terjadi di Jalur Pantura, Desa Jambiarum Patebon, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu 5 Agustus 2015 malam hari. Akibat kecelakaan ini arus lalu lintas dari arah barat macet hingga lima kilo meter.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan karambol atau beruntun ini yakni truk bernuatan pasir dengan nomor polisi (nopol) H 1869  EM, di kemudikan Pujiono, warga  Jambiarum Patebon Kendal, truk gandeng nopol H 1976  FC yang di kemudikan Budiono Hariadi, warga Pedurungan Kidul RT 06/01 Semarang dan tronton pengangkut peti kemas nopol L 8803 UT yang di kemudikan Suradi, warga Desa Gondang Tani Sragen. 

Beruntung tak ada korban jiwa atas kecelakaan ini. Hanya satu warung makan milik Sodik hancur tertabrak truk. Sopir tronton  Supardi, menjelaskan peristiwa ini terjadi setelah truk gandeng menabrak sebuah truk pasir yang tengah parkir dibahu jalan. Setelah menabrak, kondisi kendaraan oleng dan menghantam tronton yang tengah dibawanya.

Supardi menduga supir truk yang menabrak tersebut dalam keadaan mabuk, lantaran sejak dari Weleri jalanya truk tidak beraturan.

"Paling depan adalah truk pasir yang sedang parkir, di tabrak truk gandeng karena  kerasnya beturan ekor truk gandeng terpelanting ke kanan hingga mengenai truk saya” ujar Supardi   di lokasi kejadian, Sabtu Malam.

Sopir truk pasir, Pujiono membenarkan truk yang dikendarainya dihantam truk gandeng dibelakangnya. Padahal, saat itu ia tengah memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

"Saya sudah parkir di luar garis putih, dari belakang ada truk  menabrak hingga truk saya menabrak warung dan masuk parit” kata dia.

Arus lalin dari arah barat mengalami kemacetan dari depan kecamatan Patebon hingga Pasar Cepiring sekitar lima kilo meter, evakuasi truk memakan waktu lama karena mobil derek tidak mampu mengangkat bangkai truk.
(AZF)