Tips Safety Driving

Cara Antisipasi Oversteer Saat Berkendara

M. Bagus Rachmanto    •    Rabu, 09 Sep 2015 11:21 WIB
safety driving
Cara Antisipasi <i>Oversteer</i> Saat Berkendara
Oversteer kendaraan slip pada bagian roda depan. Carbibles

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada artikel sebelumnya, kami membahas tentang bagaimana mengatasi understeer pada saat berkendara. Sebaliknya, ada juga istilah oversteer. Bagi Anda yang sering menggunakan kendaraan roda empat mungkin pernah mengalami kejadian ini.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan istilah oversteer ini? Menurut Boy Falatehansyah, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), oversteer adalah kebalikan dari understeer, yakni slip yang terjadi pada roda belakang, akibat dari akselerasi yang tiba-tiba atau pengereman pada saat menikung. Sehingga daya cengkeram ban belakang hilang.

Untuk kasus oversteer ini bobot mobil akan pindah ke depan sehingga daya cengkeram ban belakang berkurang dan akan membuat mobil tak terkendali serta berpotensi menabrak pada bagian samping kendaraan. Bahayanya pada bagian samping kendaraan tidak memiliki perlindungan sebaik bagian depan atau belakang.

“Penanganan oversteer hampir sama dengan penanganan understeer dan yang terpenting tidak panik,  jangan injak pedal rem dan pedal gas, jangan pindahkan posisi tangan di setir. Jika kendaraan transmisi manual injak pedal kopling (free whell) tahan hingga kendaraan terkendali. Jika transmisi otomatis dan belum menggunakan sistem traction control arahkan tuas transmisi ke posisi netral. Counter sterr/membalas setir (untuk pertama kali) ke arah slip kemudikan ke arah tujuan, lakukan hingga kendaraan terkendali,” jelas Boy.

Untuk mengantisipasi agar kendaraan Anda tidak mengalami oversteer yang harus dilakukan adalah perhatikan kecepatan terutama saat Anda berbelok, memperhatikan jarak aman untuk memberikan waktu reaksi pada kendaraan Anda. Memperhitungkan kondisi cuaca dan jarak pandang, memperhatikan situasi sekitar dan memanfaatkan kaca spion serta lampu sein sebelum berbelok.

“Jangan menginjak gas atau rem secara mendadak, zig-zag antar jalur dan jangan berasumsi bahwa pengemudi lain akan berhenti untuk kendaraan Anda, serta yang paling penting adalah jangan kehilangan kesabaran,” tutupnya.


(UDA)