Polri Sebut Kompol AD Menyelinap ke BNN Ambil Dokumen Pribadi

   •    Minggu, 07 Jul 2013 16:22 WIB
  Polri Sebut Kompol AD Menyelinap ke BNN Ambil Dokumen Pribadi
MI/Atet Dwi Pramadia/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak Mabes Polri mengaku sudah memanggil Komisaris Polisi (Kompol) AD, anggota Badan Reserse Kriminal Polri, yang disebut menyelinap ke ruangan milik staf Inspektur Jenderal Benny Mamoto, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis (5/7) malam.

"Dia sudah dipanggil, diperiksa atasan. Dia bilang ke BNN untuk mengambil dokumen pribadi dia saja, seperti surat perintah jalan, dan dokumen dia yang lain waktu di sana," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie saat dihubungi, Minggu (7/7).

Menurut Ronny, Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri juga tengah mengevaluasi ulah Kompol AD yang menyelinap ke ruangan dan mengancam satpam di BNN agar tidak memberitahukan kedatangannya. Ronny memastikan perbuatan itu melanggar prosedur dan akan dikenakan sanksi.

"Perbuatan itu yang dianggap di luar prosedur. Mekanismenya tidak dia lakukan. Perbuatan dia dianggap ilegal. Apakah ini pidana, pelanggaran disiplin, atau kode etik profesi itu masih kita dalami lagi," kata Ronny.

Kedatangan Kompol AD ke BNN awalnya dianggap sebagai tindak lanjut atas laporan polisi bernomor LP/568/VI/Bareskrim tanggal 28 Juni 2013, yang dibuat seorang pengusaha money changer bernama Helena.

Helena melaporkan Benny Mamoto dan kawan-kawan atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan karena memblokir rekening perusahaan Helena, PT SMC.

Benny sempat mengira kedatangan Kompol AD untuk penggeledahan terkait kÀsus tersebut. Namun, ternyata Kompol AD datang sendiri dan tanpa surat perintah penggeledahan. Ia bahkan mengancam satpam BNN untuk tidak buka suara.

Menurut Benny, kedatangan Kompol AD terekam CCTV di gedung BNN. Kompol AD memasukkan dua dokumen ke tasnya, dan satu lainnya ditenteng. BNN masih mencari tahu dokumen apa saja yang diambil.

"Itu mencuri namanya. Kalau dia menggeledah harus ada surat, berikutnya harus ada tanda terima barang apa yang diambil. Harus sesuai prosedur, lah," kata Benny pada Jumat lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kompol AD disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menyidik kasus Helena, saat ia bertugas di BNN. Kasus Helena adalah dugaan tindak pencucian uang terkait tersangka kasus narkoba.

Di luar kasus tersebut, Benny Mamoto mengatakan Kompol AD dikeluarkan dari BNN pada akhir 2011. Ia memiliki reputasi buruk karena bersekongkol dengan tersangka kasus narkotika, Andre Samsul Malik.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 itu pernah memberikan lencana penyidik milik BNN kepada Andre, untuk memuluskan aksinya dalam penyalahgunaan narkotika.