BEI Pastikan 5 Anggota Bursa tak Terindikasi Lakukan Short Selling

Arif Wicaksono    •    Minggu, 06 Sep 2015 15:47 WIB
short selling
  BEI Pastikan 5 Anggota Bursa tak Terindikasi Lakukan <i>Short Selling</i>
Illustrasi.ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap lima Anggota Bursa (AB) atas adanya dugaan transaksi penjualan yang tidak didukung dengan ketersediaan efek atau  (short selling).

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kelima AB tersebut tidak melakukan penjualan sebagaimana yang menjadi indikasi hasil penyelidikan awal menunjukkan seluruh sampel transaksi penjualan yang diperiksa pada lima AB tersebut sudah didukung dengan ketersediaan efek sebelum transaksi penjualan efek dilaksanakan.

“Seluruh transaksi penjualan efek juga telah diselesaikan dengan baik pada tanggal penyelesaian oleh masing-masing AB. Sehingga, atas pemeriksaan terhadap lima AB tersebut tidak ditemukan adanya transaksi penjualan yang tidak didukung dengan ketersediaan efek (short selling),” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (6/9/2015).

Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan mengenai transaksi short selling yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK nomor V.D.6 tentang Pembiayaan Transaksi Efek oleh Perusahaan Efek Bagi Nasabah dan Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek dan Peraturan Bapepam-LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Perantara Pedagang Efek, serta Peraturan Bursa No.III.1 Tentang Keanggotaan Marjin dan Short Selling.

Setelah melakukan pengawasan, dia mengatakan, BEI akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap seluruh transaksi efek yang dilakukan oleh AB.

“Apabila ditemukan adanya AB yang melakukan transaksi efek yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku atau membawa dampak buruk terhadap pasar, maka BEI akan memberikan sanksi yang tegas kepada AB tersebut,” ujar dia. 

 




(SAW)