Menlu Retno Minta Identifikasi Korban Kapal Tenggelam Dipercepat

Fajar Nugraha    •    Minggu, 06 Sep 2015 16:19 WIB
kecelakaan kapal
Menlu Retno Minta Identifikasi Korban Kapal Tenggelam Dipercepat
Menlu Retno Marsudi. (Foto: AFP / Romeo Gacad)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Hingga hari ini, Minggu (6/9/2015), pihak APPM Malaysia sudah berhasil menemukan total 57 jenazah warga negara Indonesia dari kapal yang tenggelam di wilayah Sabak Bernam. Puluhan jenazah itu ditampung di tiga Rumah Sakit, yaitu Rumah Sakit Ipoh, RS Sabak Bernam dan RS Teluk Intan. 

Selain upaya pencarian, pihak Malaysia maupun KBRI fokus kepada identifikasi korban. KBRI telah menempatkan staf di tiga RS untuk membantu keluarga yang datang dari Indonesia. Pihak Malaysia juga sudah mulai mengambil sampel DNA korban yang ada tiga RS.

Namun demikian, hingga saat ini, baru 10 jenazah yang berhasil diidentifikasi (6 identifikasi oleh keluarga dan 4 karena membawa ID). 

Menurut informasi Kementerian Luar Negeri yang diterima Metrotvnews.com, puluhan jenazah lainnya masih sulit diidentifikasi. Berbeda dengan kecelakaan transportasi pada umumnya, terdapat banyak kendala dalam proses identifikasi jenazah kasus ini.

Beberapa kendala identifikasi antara lain kapal tidak memiliki manifest dan tidak sedang menjalani jalur reguler. Selain itu, penumpang kapal tidak saling mengenal satu sama lain. Dengan kondisi yang demikian, sulit untuk memfokuskan target pengambilan sampel DNA.

Melihat kondisi tersebut Menlu Retno Marsudi meminta kepada Tim Perlindungan WNI Kemlu dan KBRI KL untuk mengambil langkah-langkah khusus dalam rangka percepatan proses identifikasi. Upaya ini akan didukung Disaster Victim Identification (DVI) POLRI, baik di Mabes Polri maupun di sejumlah Polda, khususnya POLDA Aceh, Polda Sumatera Utara dan Polda Jawa Timur. 

Sebagai respon terhadap perkembangan ini, Kemenlu juga telah mendirikan hotline bagi mereka yang menduga/meyakini keluarganya berada di kapal tersebut. Hotline Kemenlu untuk keluarga korban kapal tenggelam di Sabak Bernam adalah 0812-8900-9045 (Bapak Herman/Sujud). Bagi mereka yang sudah menghubungi hotline dan telah memberikan informasi dasar akan segera didatangi oleh DVI Polri Polda terdekat untuk pengambilan contoh DNA yang akan sangat dibutuhkan untuk proses identifikasi. 

Sementara itu bagi 20 WNI yang berhasil diselamatkan  akan segera diproses pemulangannya ke Tanah Air.


(WIL)