Seharusnya Harga Premium Naik Bulan Ini

Suci Sedya Utami    •    Senin, 07 Sep 2015 00:51 WIB
bbm
Seharusnya Harga Premium Naik Bulan Ini
Seorang petugas SPBU tengah mengisi bahan bakar sepeda motor. Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Di tengah anjloknya harga minyak dunia ke level USD40 per barel, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) malah mengusulkan kenaikan harga jual BBM jenis premium di September 2015.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pembinaan dan Program Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi dalam dialog energi kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2015).

Menurut Agus, tak hanya melihat harga minyak dunia saja. Namun ada faktor lain untuk menentukan kebijakan harga BBM, yakni perkembangan nilai tukar. Diketahui saat ini mata uang Garuda telah tembus Rp14.000 per USD.

"Saat hitungan terakhir, harga Premium kita masih sepakati Rp7.300 dan Solar Rp6.900 per liter Padahal seharusnya di September ini, harga Premium naik menjadi Rp7.700 dan Solar turun Rp6.850 per liter," kata Agus.

Namun, usulan tersebut, kata Agus, tak bisa dilakukan dengan alasan
kesepakatan bersama Komisi VII DPR. Keputusan antara Kementerian ESDM, Pertamina dan Komisi VII adalah me-review harga BBM selama 6 bulan, bukan sebulan sekali.

"Pada April-Mei seharusnya BBM naik, tapi kita tidak bisa naikkan karena sudah sepakat dengan Komisi VII untuk melihat perkembangan harga minyak dan kurs 6 bulan. Nah jatuh tempo review 6 bulan, bulan ini. Tapi sudah disepakati mempertahankan harga BBM," papar dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, pemerintah telah mempertahankan harga BBM jenis Premium dan Solar sejak April 2015. Pada periode tersebut, kata dia, terjadi perbedaan atau selisih harga jual mulai dari Rp200, Rp600, Rp1.600 dan Rp1.150 per September 2015.

"Perhitungannya BBM untuk sampai ke Indonesia butuh banyak biaya, seperti ada tambahan ongkos khusus Premium lebih dari Rp800. Jadi ketemu itungannya Rp7.700. Sedangkan untuk Solar turun karena pertumbuhan industri melambat dan permintaan Solar turun,"  jelas dia.


(DRI)