PM Israel: Kami Tak Akan Biarkan Israel Dibanjiri Migran Ilegal

Dheri Agriesta    •    Senin, 07 Sep 2015 04:32 WIB
imigran gelap
PM Israel: Kami Tak Akan Biarkan Israel Dibanjiri Migran Ilegal
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: AP/Sebastian Scheiner.

Metrotvnews.com, Jerusalem: Masyarakat Israel meminta Pemerintah Israel untuk ikut membuka pintu bagi pencari suaka dari negara yang tengah berkonflik di Timur Tengah. Permintaan ini justru ditanggapi negatif Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Tak butuh waktu lama bagi Netanyahu menolak permintaan ini. Ia beralasan, wilayah Israel terlalu kecil untuk menampung pengungsi.

"Israel ada sebuah negara yang sangat kecil yang tidak memiliki kedalam demografi dan geografi," kata Netanyahu seperti dilansir The Washington Post, Minggu (6/9/2015).

Sementara itu, Pemerintah Israel dikabarkan telah mulai membangun sebuah pagar pembatas di bagian timur Israel yang berbatasan langsung dengan Yordania. Jalur yang mungkin ditempuh pencari suaka dari Suriah. Jalur itu dikabarkan juga sering digunakan kelompok ISIS untuk masuk ke Israel.

"Kami tidak akan membiarkan Israel dibanjiri migran ilegal dan teroris," kata Netanyahu.

Israel merupakan salah satu dari lima negara yang berbatasan dengan Suriah. Kedua negara tak memiliki hubungan diplomatik. Meski begitu, Israel telah membantu sekitar 1.000 pengungsi dan pencari suaka Suriah terluka yang menyentuh perbatasan mereka. 

Pemimpin Oposisi Israel Isaac Herzog terus meminta pemerintah untuk mengikuti jejak beberapa negara Eropa yang memberi sambutan hangat untuk pengungsi. "Orang-orang Yahudi tak bisa terus menutup mata terhadap ratusan ribu pengungsi," kata Herzoog.



(DRI)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

4 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA