Ombak Tinggi, Nelayan di Tegal Tak Melaut

Bambang Mujiono    •    Senin, 07 Sep 2015 10:21 WIB
nelayan
Ombak Tinggi, Nelayan di Tegal Tak Melaut
Nelayan di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Bambang Mujiono)

Metrotvnews.com, Tegal: Perairan Laut Jawa meninggi, ratusan kapal milik nelayan di Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah kembali tak melaut. Akibatnya, pasokan ikan ke dermaga pendaratan ikan dan pasar-pasar tradisional sepi.

“Peraiaran di tengah Laut Jawa mencapai tiga meter. Sangat bahaya untuk dilalui, terutama di sekitar Karimun Jawa. Kami saja pulang susah payah, syukur bisa selamat,” ucap Sukron ,44, nakhoda kapal Berkah Jaya, asal Tegal yang baru pulang melaut di Dermaga Pelabuhan Tegal kepada Metrotvnews.com, Senin (7/9/2015).

Menurut Sukron, saat ini musim angin timur masih melanda. Gelombang tinggi dan angin kencang melanda tengah perarian. “Mungkin karena kemarau yang masih berkepanjangan, angin kencang dan ombak di tengah laut makin tinggi,” sambung Sukron lagi.

Hal sama diungkapkan Muslim, 48, nelayan di Pantai Suradadi, Kabupaten Tegal. Menurut Muslim, gelombang tinggi mulai dirasakan sepekan lalu, dan hari ini tinggi gelombang di tengah perarian mencapai tiga meter lebih.

"Ratusan kapal di Suradadi dan sekitarnya saat ini tidak berani melaut, karena berdasarkan teman kami yang sedang berada di tengah perairan, tinggi gelombang mencapai tiga meter bahkan lebih,” ucap Muslim.

Kondisi ini membuat nelayan mengalami paceklik. Padahal, biasanya di bulan-bulan ini merupakan musim bagus untuk cari ikan. Karena gelombang tinggi, nelayan tidak berani melaut.

“Saat ini sebetulnya masa bagus untuk mencari ikan, namun gelombang tinggi,” tambah Muslim.

Akibatnya, pasokan ikan di daratan mulai menurun. Seperti diakui Zubaedah, pedagang ikan di Pelabuhan Pendaratan Ikan, Munjung Agung, Kabupaten Tegal. Sejak tiga hari terakhir, dia mengaku, pasokan ikan turun. “Suplai ikan ke saya dan bakul ikan lain mulai berkurang sejak Jumat lalu,” tegas Subaedah.


(SAN)