Pertamina Target Bor 9 Sumur hingga 2018

Amaluddin    •    Senin, 07 Sep 2015 11:54 WIB
minyakpertamina
Pertamina Target Bor 9 Sumur hingga 2018
Foto: Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto/MTVN_Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: PT Pertamina (Persero) akan menambah cadangan dan produksi minyak termasuk dari Blok West Madura Offshore (WMO) yang dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE). Pertamina pun menargetkan akan mengebor  melakukan sembilan sumur eksplorasi dan eksploitasi hingga 2018. Dua sumur di antaranya akan dilakukan pada 2016 mendatang.

"Pengeboran dua sumur ini untuk menambah cadangan minyak nasional agar produksi nasional di masa mendatang bisa ditingkatkan," kata Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/9/2015).

Pertamina, kata Dwi, menargetkan bisa berkontribusi hingga 40 persen dari produksi minyak nasional pada 2019. Saat ini, Pertamina baru berkontribusi sekitar 23 persen dari total produksi minyak nasional sebesar 830.000 barel per hari.

"Maka itu, pengeboran sumur eksplorasi dan eksploitasi harus dilakukan. Saya lihat, biaya produksi PHE WMO dan Pertamina EP di Poleng masih jauh dibawah 42 dolar per barel," kata dia.

Dwi memprediksi harga minyak dunia hingga tahun depan masih pada kisaran 50-55 dolar Amerika Serikat per barel. Situasi ini berlanjut hingga 4 tahun kedepan. Dalam situasi seperti ini, kata Dwi, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi harus bisa lebih efisien dengan menambah kebutuhan impor minyak dan menggerus cadangan minyak.

"Kalau biaya produksi di PHE WMO masih dibawah 25 dolar per barel, artinya masih ekonomis. Keuntungannya, bisa mengurangi kebutuhan impor minyak. Jadi kita harus bisa menjelaskan mengapa harus tetap ada pengeboran," imbuh dia.

Dwi mengatakan, dukungan untuk pengeboran sumur baru di Blok WMO lebih punya dasar lagi karena seluruh produksi minyak PHE WMO dipergunakan untuk memasok kilang di dalam negeri, baik itu yang ada di Cilacap maupun Balongan.

Menurut dia, keberhasilan PHE WMO mengelola blok lepas pantai ini yang membuat Pertamina yakin bisa mengelola Blok Mahakam dengan baik.

"Kami berharap proses pengambilalihan Blok Mahakam berjalan mulus. Kita siap mengelelola Blok Mahakam. Bahkan sekalipun Total EP tidak mau masuk, Pertamina siap mengambil alih karena kita punya pengalaman di PHE WMO ataupun PHE ONWJ (Offshore North West Java)," pungkas dia.


(TTD)