Diambilalih Dishubtrans, Parkiran DPRD DKI Makin Semrawut

Wanda Indana    •    Senin, 07 Sep 2015 12:01 WIB
parkir liarpungli
Diambilalih Dishubtrans, Parkiran DPRD DKI Makin Semrawut
Gedung DPRD DKI. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta mengambilalih parkir di Gedung DPRD DKI. Bukan tambah tertib, parkir sepeda motor di basement 3 gedung dewan makin semrawut.
 
Pantauan Metrotvnews.com, terdapat 4 petugas Dishubtrans DKI berjaga di area parkir sepeda motor basement 3. Namun, petugas tampak banyak berkumpul dan berbincang-bincang.
 
Petugas tidak berusaha menyusun parkir motor yang masih kacau. Mereka juga tidak membantu pengendara untuk memarkirkan sepeda motor.
 
Berbeda saat ada juru parkir, pengendara sepeda motor selalu dibantu memarkir kendaraan. Juru parkir juga rajin menyusun jejeran sepeda motor yang semrawut agar rapi.
 
Tuki, 60, salah seorang bekas juru parkir gedung DPRD DKI Jakarta mengatakan, dirinya mengaku kehilangan penghasilan saat Pemprov DKI mengambilalih parkir DPRD DKI. Meski demikian, pria yang juga menjadi Pekerja Harian Lepas di komplek Balai Kota ini mengaku ikhlas.
 
"Saya sudah tidak jaga parkir di bawah lagi, saya nyapu-nyapu saja. Gak apa-apa," kata pria asal Bekasi ini.
 
Kepala Satuan Pelaksana Sarana Prasana UP Perpakiran‎ Dishubtrans DKI Siswanto Adi ‎mengatakan, tiap kendaraan akan dikenakan biaya Rp2000 per jam untuk sepeda motor, dan Rp4000 per jam untuk mobil. "Tarif progresif seperti biasa 2.000 per jam untuk motor dan mobil 4.000 per jam. Sehingga aliran dana juga jelas," kata Siswanto.
 
Tarif progresif itu berlaku untuk warga umum. Siswanto menjelaskan, anggota dewan tidak dikenakan biaya parkir. Sementara PNS DKI hanya dikenakan biaya Rp11 ribu per bulan untuk sepeda motor dan mobil Rp22 ribu.
 
Penertiban parkir liar ini masih dalam proses sosialiasi. Sosialisasi akan berlangsung selama 10 hari untuk mengevaluasi dan perbaikan standar operisional prosedur (SOP) parkir di gedung DPRD DKI. "Paling lambat 10 hari. Tinggal ngatur SOP dan tarif," katanya.
 
Pantauan Metrotvnews.com, ada empat petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI bertugas membagikan karcis di depan pintu gerbang gedung DPRD DKI. Secara bergantian, petugas Dishub mencatat nomor polisi kendaraan yang masuk.
 
Ada pula 2 unit mesin palang otomatis untuk mengambil karcis yang diperunttukkan sepeda motor dan mobil. Namun, kedua mesin palang otomatis sementara belum dapat digunakan.


(FZN)