Pendalaman Pasar Modal Perkuat Perekonomian Indonesia

Eko Nordiansyah    •    Senin, 07 Sep 2015 12:46 WIB
pasar modal
Pendalaman Pasar Modal Perkuat Perekonomian Indonesia
ilustrasi. MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Oliver Wyman Asia Pasifik, Bernhard Kotanko, mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Namun, untuk mencapai posisi tersebut diperlukan pendalaman keuangan yang salah satunya didorong melalui pertumbuhan pasar modal.

"Jika Indonesia ingin menjadi negara ekonomi G7 pada 2030, maka perlu untuk mempertahankan pertumbuhan pasar modal dan untuk melakukan hal ini dimulainya serangkaian langkah-langkah reformasi yang bertujuan untuk mendukung pendalaman keuangan sangat dibutuhkan," ujar Bernhard di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Senin (7/9/2015).

Padahal, kelebihan dari pendalaman sektor keuangan yang jika berhasil dilakukan akan meningkatkan GDP menjadi USD600 miliar pada 2030, dan kenaikan pemasukan per kapita sebesar 15 persen.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, perkembangan pasar keuangan di kawasan Asia Tenggara cukup pesat. Untuk itu perlu dukungan melalui inisiatif secara menyeluruh di pasar obligasi, pasar ekuitas, pasar valuta asing, dan pasar keuangan.

"Asia Tenggara berkembang pesat dalam kemajuan keuangan, dan roadmap yang kami kembangkan dengan 40 inisiatif juga dapat menjadi masukan berharga untuk negara berkembang lain di Asia, seperti Vietnam, Filipina, dan Myanmar," pungkasnya.

Saat ini, jumlah emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya 540 perusahaan, sedangkan Thailand dengan 1.400 perusahaan dan di Malaysia 2.360 perusahaan. Sedangkan, jumlah emiten obligasi domestik sebanyak 140 perusahaan, dibandingkan dengan 304 emiten di Thailand dan 1.008 di Malaysia.

Sementara itu, tingkat partisipasi investor ritel di pasar keuangan Indonesia baru mencapai 0,2 persen dari total populasi atau sekitar 450.000 investor. Sedangkan partisipasi investor ritel di India telah mencapai 2 persen dari total populasi. Karenanya, tingkat kontribusi pasar saham Indonesia ke PDB baru mencapai 49 persen, dibandingkan Thailand 111 persen, Malaysia 141 persen, atau India 149 persen.


(SAW)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

9 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA