Kantor Media Pengkritik Presiden Turki Diserang

Willy Haryono    •    Senin, 07 Sep 2015 12:54 WIB
politik turki
Kantor Media Pengkritik Presiden Turki Diserang
Seorang pria membaca surat kabar Hurriyet di Istanbul, Turki, 24 Januari 2012. (Foto: AFP / BULENT KILIC)

Metrotvnews.com, Istanbul: Kantor surat kabar Hurriyet di Istanbul, Turki, Minggu (6/9/2015), diserang sejumlah pendukung setia Presiden Recep Tayyip Erdogan. 

Pendemo menuding Hurriyet secara sengaja kerap mengubah berbagai kutipan Presiden Erdogan. Geram, massa pun melempari jendela dan pintu kantor Hurriyet di distrik Bagcilar dengan batu. 

Menurut situs resmi Hurriyet, polisi anti huru-hara datang dan membubarkan pengunjuk rasa. 

Serangan terjadi setelah sejumlah prajurit Turki tewas dibunuh militan Partai Pekerja Kurdi di Daglica, provinsi Hakkari. Presiden Erdogan pun mengomentari kematian tentaranya tersebut. 

Erdogan berpendapat aksi kekerasan di Turki dapat dihindari apabila warga memilih 400 wakilnya untuk satu partai saja.

"Jika suatu partai memiliki 400 kursi dan memenuhi kuota di parlemen untuk mengubah konstitusi, maka situasinya akan berbeda," kata Erdogan dalam sebuah wawancara di saluran televisi A-Haber

Hurriyet menyebut pernyataan Erdogan itu adalah respon terhadap serangan di Daglica. Hurriyet menuliskan di Twitter: "Komentar Erdogan soal Daglica: Ini tidak akan terjadi jika 400 mandat berhasil dimenangkan."

Tweet itu kemudian dihapus karena menuai kontroversi. Presiden Erdogan sudah sejak lama mengkritik Dogan Media Group yang memiliki Hurriyet karena tidak pernah mau mengikuti mengikuti arahan pemerintah. 

Serangan ini semakin memperburuk kekhawatiran atas kebebasan pers di Turki. 


(WIL)