12 Persoalan dalam Pilkada Serentak 2015

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 07 Sep 2015 14:49 WIB
pilkada serentak
12 Persoalan dalam Pilkada Serentak 2015
Ketua KPU Husni Kamil Manik. Foto: Ant/Prestyo Utomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pilkada serentak pertama bakal digelar 9 Desember tahun ini. Meskipun masih lama, sejumlah masalah sudah muncul. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat terdapat 12 permasalahan yang muncul dalam Pilkada serentak 2015. 

Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, permasalahan tersebut muncul mulai dari penyerahan syarat dukungan pasangan calon hingga penetapan pasangan calon. "Kami mengidentifikasi permasalahan mulai dari penyerahan pasangan calon perseorangan sampai penetapan calon ada 12 permasalahan," kata Husni dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR dengan KPU, dan Bawaslu di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Masalah pertama terkait adanya temuan dokumen palsu di delapan daerah, di antaranya Simalungun. "Kedua, adanya dualisme kepengurusan partai politik di 18 daerah. Itu terjadi salah satunya di Sumba Timur," kata Husni.

Ketiga, masalah persyaratan dukungan partai politik terjadi di 16 daerah, di antaranya di Belitung Timur dan Sorong Selatan. "Keempat, masalah yang berkaitan dengan waktu pendaftaran. Ini terjadi di satu daerah, yaitu Supiori," lanjut dia.

Kelima, KPU menemukan adanya permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan dokumen dari instansi lain, seperti di Jambi dan Kotawaringin Timur. "Keenam, persyaratan mantan narapidana yang maju dalam Pilkada ada lima daerah, di antaranya Bengkulu Selatan dan Sidoarjo," jelas dia.

Ketujuh, adanya masalah dalam status petahana yang kembali maju dalam Pilkada 2015. Ini terjadi di enam daerah, di antaranya Tanjung Jabung Timur dan Ogan Ilir. Kedelapan, masalah dukungan terhadap calon perseorangan yang terjadi di 25 daerah.

"Kesembilan, berkaitan dengan syarat kesehatan terdapat di 3 daerah, di antaranya Musi Rawas dan Musi Rawas Utara," imbuh dia.

Kesepuluh, masalah dalam perubahan dokumen pencalonan yang terjadi di 3 daerah. Kesebelas, adanya masalah terhadap calon kepala daerah yang bermasalah dengan status tersangkanya di satu daerah, yakni Bengkalis. "Keduabelas, pergantian calon diluar ketentuan, yaitu di Simalungun dan Sigi," kata dia.


(DOR)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA