Industri Telekomunkasi Diminta Antisipasi Kemungkinan Jangka Panjang

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 07 Sep 2015 15:29 WIB
rupiah melemah
Industri Telekomunkasi Diminta Antisipasi Kemungkinan Jangka Panjang
Illustrasi. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Managing Director ECONIT Advisory Group Hendri Saparini mengatakan anjloknya nilai tukar rupiah membuat industri sektoral seperti industri telekomunikasi juga terkena imbasnya.

Ia pun meminta pemerintah untuk untuk melakukan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan terburuk dalam jangka panjang. Meskipun industri telekomunikasi sempat memasuki masa emas pada 2014 yang sempat tumbuh hingga sembilan persen.

"Kita tidak boleh berfikir jangka pendek saja. Karena ini adalah industri yang pertumbuhannya sangat tinggi," ujarnya Hendri Saparini saat memberikan paparan dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Senin (7/9/2015).

Dia menjelaskan ketidakpastian global membuat akan sangat sulit bagi Indonesia untuk menerima bantuan dari negara lain. Sebab saat ini negara lain lebih memikirkan nasib perekonomiannya masing-masing.

"Saya rasa, mereka menyelamatkan ekonomi mereka sendiri. Karena setiap negara menghadapi yang berbeda. Bagaimana mungkin Tiongkok bertemu Amerika untuk menaikan nilai tukar Tiongkok," jelasnya.


(SAW)