Ahok Sebut IPDN Sudah Tak Relevan

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 07 Sep 2015 18:20 WIB
ahok
Ahok Sebut IPDN Sudah Tak Relevan
Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berjalan di kampus IPDN Jatinangor. (Foto: Antara/Saptono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dianggap sudah tak relevan berdasarkan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Lahirnya UU ASN membuat keberadaan IPDN bukan suatu hal istimewa.
 
"Menurut saya, UU ASN sudah tidak memberikan keistimewaan kepada IPDN. UU ASN mengizinkan lulusan (universitas) swasta bisa ditarik masuk (jadi PNS). IPDN ada sebelum UU ASN. Jadi semangat UU ASN itu menegaskan sudah tidak membutuhkan IPDN," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan,  Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).
 
Ahok mampu mengatakan demikian lantaran dia mengaku sebagai salah satu tim perumus UU ASN saat menjabat sebagai anggota Komisi II DPR. Bahkan, kata Ahok, mereka sempat mengajukan setiap orang bisa menjadi aparatur negara.
 
Ahok mencontohkan sekolah negeri yang kini tak mengharuskan memasukkan lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (IKIP). Hal itu serupa dengan keadaan SKPD yang juga tak harus dari IPDN.
 
Ahok berpendapat, pegawai non-PNS lebih baik kinerjanya ketimbang PNS sendiri. Ahok membuktikan hal ini saat dia menempatkan sejumlah dokter yang bukan berstatus PNS di pelayanan kesehatan. Ahok menilai pelayanan kesehatan jauh lebih baik.
 
"Kita lihat, rumah sakit dan puskesmas lebih baik kan. Karena puskesmas pakai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dia boleh menarik dokter non-PNS. Bahkan non-PNS boleh jadi kepala Puskesmas makanya jadi mudah," tegas dia.


(FZN)